Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seni lukis karamel warisan leluhur China

Seni lukis karamel warisan leluhur China Seni melukis dengan karamel. ©2013 Merdeka.com/Chinese Time School

Merdeka.com - Seni melukis dengan gula karamel kerap dipertontonkan di provinsi Sichuan, China. Meskipun tidak sepopuler dulu, kerajinan kuno ini masih tetap memukau para wisatawan.

Menurut para ahli, jenis kesenian rakyat Tiongkok ini berasal dari Dinasti Ming. Kala itu, kerajinan ini menjadi bagian dari ritual pengorbanan. Selama Dinasti Qing, kesenian ini lebih populer dan lebih beragam kreasinya. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan teknik yang mengakibatkan keragaman jumlah pola, dan kebanyakan seniman terinspirasi oleh alam, satwa liar dan agama.

Pada awalnya, orang menggunakan cetakan untuk membentuk gula karamel, tetapi teknik tersebut secara bertahap digantikan dengan sendok perunggu kecil yang digerakkan oleh seniman berbakat - yang biasanya juga fasih dalam seni lukis biasa.

Lukisan dari gula tentu punya nilai artistik yang berbeda dengan lukisan biasa. Karena karamel dapat membeku dengan cepat, pelukis harus bekerja ekstra cepat dan memastikan bahwa gerakan tangannya sesuai dengan pola yang tepat, seperti dilansir Daily Mail (1/2).

Kerajinan yang telah berusia berabad-abad ini dulunya menggunakan gula merah atau putih sebagai bahan utama, sendok perunggu dan sekop kecil sebagai alat melukis, dan lempengan marmer sebagai kanvas. Gula dilelehkan di atas panci yang berapi sedang. Selagi panas, gula kemudian diteteskan di atas kanvas dengan menggunakan sendok. Setelah kering, sekop digunakan untuk melepas karya seni tersebut dari lempengan marmer.

Penasaran? Mari kita lihat cara pembuatannya!

(mdk/des)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP