Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Masih teringat dua dekade terakhir, bermain game hanya sekadar pengisi waktu luang bagi sebagian besar orang. Namun era telah mengalami perubahan signifikan dan gaming kini bukan hanya hobi yang dilakukan hanya sepintas jalan, melainkan sudah bertransformasi jadi salah satu pilihan profesi atau mata pencaharian. Semakin meningkatnya pamor gaming pada periode sewindu ke belakang menjadi faktor utama kemunculan tajuk baru yaitu e-Sports.

Ini dia istilah yang dipersembahkan untuk mengacu pada kegiatan kompetitif para gamer dalam memainkan sebuah game. Bila ditelaah lebih jauh, olahraga elektronik memang memiliki potensi yang menjanjikan dari segi karier dan ekonomi. Hal ini makin ditasbihkan sejak berdirinya Indonesia e-Sports Association (IeSPA) tahun 2014. Eksistensi organisasi ini membuat e-Sports telah resmi menjadi cabang olahraga di Indonesia.

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Tak berhenti sampai di situ, e-Sports pun semakin naik daun dan memperoleh pengakuan secara luas seiring terpilihnya cabang tersebut menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Memang belum sepopuler olahraga lain semacam bulu tangkis atau sepak bola, tapi melihat perkembangannya yang pesat dalam tiap dekade, bukan tak mungkin ke depannya e-Sports bakal diresmikan menjadi nomor non-ekshibisi.

Meskipun hanya bertitel kompetisi ekshibisi di mana raihan medalinya takkan dihitung, tapi e-Sports tetap menjadi cabang yang cukup bergengsi di Asian Games 2018. Untuk itu sebagai tuan rumah dan salah satu peserta nomor AOV cabang e-Sports, Indonesia telah mempersiapkan timnas sebaik mungkin. Di antaranya dengan menggelar proses kualifikasi cukup panjang yang terdiri dari tiga babak (Bracket Qualifier, Group Stage Round Robin, dan Challengers Voting) dan diikuti oleh banyak sekali peserta dari berbagai tim AOV di Indonesia.

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Di pertandingan perdana, timnas AOV harus menghadapi musuh tangguh yaitu China – Taipei. Guna memaksimalkan persiapan, jajaran manajemen telah membuat bermacam agenda yang diharapkan dapat berguna bagi meningkatnya ability tiap anggota tim. Namun tentunya masih saja ada beragam halangan yang harus dihadapi, di antaranya:

Sisi Lingkungan

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Seperti yang telah disebutkan di awal, paradigma di Indonesia lebih menjustifikasi gaming sebagai aktivitas pengisi waktu luang belaka. Padahal bila menengok di negara-negara lain seperti Swedia, Korea Selatan, dan Tiongkok, e-Sports secara resmi telah mendapat dukungan pemerintah sepenuhnya untuk dikembangkan menjadi industri yang lebih serius lagi. Bentuk sokongannya pun tak main-main dengan menghadirkan aneka fasilitas dan pelatihan intensif yang dicanangkan untuk menjadi wakil negara di kompetisi tingkat internasional.

Berita baiknya, perlahan pemerintah di Indonesia perlahan mulai menunjukkan perlakuan yang sama pada dunia e-Sports dengan mendirikan wadah resminya. Asosiasi Olahraga Elektronik Indonesia atau Indonesia e-Sports Association (IeSPA) telah sah dibentuk pada tahun 2014 lalu. Ini dia organisasi yang dibentuk untuk membuat ranah e-Sports di tanah air makin terpelihara. Berada di bawah naungan Kemenpora dan FORMI, tugas IeSPA adalah untuk memperluas, mengembangkan, dan memberi dukungan penuh terhadap ekosistem e-Sports di Indonesia.

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Dampak postifnya pun mulai kentara. Beberapa kompetisi yang diadakan di bawah naungan IeSPA mulai tampak di permukaan, seperti ESF World Championship yang diadakan di Jakarta pada 2016 lalu. Akan tetapi bila dibandingkan dengan negara-negara lain, terlihat jika apa yang dibuat asosiasi olahraga elektronik Indonesia itu belum terlalu menonjol. Mengingat untuk menorehkan prestasi pada bidang tersebut di ranah internasional, dibutuhkan bentuk dukungan lain yang ‘lebih’. Misalnya saja dengan penyediaan sarana dan pra sarana penunjang, fasilitas memadai, atau program pelatihan yang matang dan mumpuni.

Sisi Personal

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Melanjut dari stigma negatif tentang bermain game, tak jarang kendala terbesar menekuni dunia e-Sports justru berasal dari lingkungan masing-masing personal. Masih tak cukup banyak orang tua yang ‘rela’ membiarkan sang buah hati buat terjun menjadi professional gamer. Hal seperti ini bahkan dialami sendiri oleh hampir semua pemain timnas AOV Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018.

Glen Richard, kapten timnas AOV Indonesia pada sebuah kesempatan mengungkapkan jikalau ketertarikannya pada game telah lahir sejak usianya masih belasan. Tiap kali memainkan sebuah game, cowok dengan panggilan akrab “Kurus” ini memiliki jiwa kompetitif yang seakan terus dilecut. Pencerahan tampak ketika AOV dirilis di Indonesia pada tahun 2017 dengan nama Mobile Arena. Tercatat semenjak bulan Oktober di tahun yang sama, Kurus secara resmi memfokuskan diri untuk terus bertanding dan bertanding.

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Keputusan ini tentu saja bukanlah hal yang mudah. Tantangan terbesar datang dari kedua orang tuanya yang menyimpan keraguan ragu akan layak tidaknya predikan gamer bertransformasi jadi sebuah profesi. Mereka belum sepenuhnya memberi dukungan penuh pada Kurus untuk mendalami dunia e-Sports dan menjadi seorang professional gamer.

Namun Kurus tak patah arang begitu saja. Menurutnya, e-Sports tak ubahnya olahraga lain yang bila ditekuni dengan kegigihan, dapat dijadikan sumber mata pencaharian. Usaha tak kenal lelah yang digalang Kurus selama bertahun-tahun akhirnya berbuah manis. Ia sukses membuktikan jika e-Sports ternyata bisa dimanfaatkan sebagai lading memanen prestasi. Ini dibuktikan oleh raihannya di beberapa turnamen bergengsi, seperti Indonesia Games Championship 2018, Indonesia Games Xperience 2018, ASL, ANC, dan masih banyak yang lainnya.

Sisi Kekompakan Tim

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Usai melihat faktor internal dan eksternal dari masing-masing personal, tak menutup kemungkinan datangnya kendala pun bisa juga dari hubungan antar pemain dalam tim. Seperti yang sudah diketahui, timnas AOV Indonesia berasal dari tim yang berbeda-beda. Guna membentuk satu kesatuan tim yang tangguh, diperlukan proses yang tidak sederhana.

Membangun kekompakan tim dalam waktu yang singkat menjadi tantangan tersendiri bagi timnas AOV Indonesia. Untuk itu, latihan intensif terus diadakan menjelang hari digelarnya laga di nomor AOV cabang e-Sports Asian Games 2018. Difasilitasi oleh Garena Indonesia, pemain terpilih tak henti-hentinya bermain bersama dalam sebuah kesatuan guna meningkatkan chemistry permainan serta komunikasi antar individu.

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Guna mendukung kinerja dan kekompakan timnas AOV secara keseluruhan, didatangkan pula staf pelatih dari China – Taipei (bukan tim untuk asian games) yang telah mafhum betul pola permainan lawan. Usai berlatih, deretan pemain dan jajaran staf kepelatihan tak lupa melakukan evaluasi untuk perbaikan di laga-laga selanjutnya.

Sisi Kekuatan Musuh

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Laga perdana, Indonesia akan dipertemukan dengan tim tangguh China – Taipei yang telah malang-melintang di beragam kompetisi internasional. Meski begitu, tak ada istilah “Menyerah Sebelum Bertanding” bagi timnas. Untuk memenangkan pertandingan, beragam upaya dilakukan seperti terus mengasah kualitas tima secara keseluruhan dan mempelajari kekuatan lawan.

kendala besar yang dihadapi atlet e sports di indonesia

Kendala besar yang dihadapi atlet e-sports di Indonesia ©2018 Merdeka.com

Kapten timnas AOV, Glen “Kurus” Richard menandaskan jika kekuatan utama China – Taipei ada pada pengalaman bermain di laga internasional yang lebih banyak ketimbang Indonesia. Untuk itu, penunjukkan pelatih luar negeri diharapkan bisa menjadi gerbang pembuka mengenai peta kekuatan musuh. Arahan-arahan yang diberikan merupakan aspek penting guna memetik kemenangan guna menghadirkan kebanggaan bagi bangsa dan negara.

Menengok beberapa poin di atas, menurutmu seberapa jauh Timnas AOV Indonesia dapat melangkah di Asian Games 2018 cabang e-Sports ini? (mdk/wri)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP