Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenali 4 tanda pemimpin yang lemah

Kenali 4 tanda pemimpin yang lemah Ilustrasi pemimpin. ©Shutterstock.com/ Adam Gryko

Merdeka.com - Sudah jelas bahwa pemimpin yang kuat dan efektif jauh lebih baik dari pemimpin yang lemah dan tidak efektif. Dengan melihat beberapa tanda saja, Anda tentu bisa mengenali pemimpin yang lemah dan pemimpin yang kuat.

Namun masalah muncul ketika seorang pemimpin yang lemah berpura-pura terlihat kuat, efektif, dan bisa diandalkan. Untuk mengenali mereka, Anda harus melihat lebih teliti dan mengenali beberapa tanda, seperti dilansir oleh Inc.com (28/01) berikut ini.

1. Dia mengetahui segalanyaBerdasarkan pengalamannya bekerjasama dengan banyak pemimpin dan CEO, Les McKeown, penulis buku sekaligus CEO Predictable Success, memiliki kesimpulan bahwa semakin lemah seorang pemimpin, semakin banyak pula yang diketahuinya.

Pemimpin yang lemah dan tak efektif merasa harus mengetahui segala hal yang terjadi di perusahaan mereka untuk merasa aman. Mereka bisa membicarakan mengenai bisnis mereka hingga berjam-jam tanpa bantuan orang lain. Mereka merasa mengetahui segalanya dan tak perlu bantuan bawahannya untuk menjelaskan. Mereka terjebak dalam gelembung akuarium sementara perusahaan mereka berjalan di luar sana.

Sementara itu, pemimpin yang kuat dan efektif merasa tak perlu mengetahui semuanya. Dia melibatkan orang lain yang lebih berkompeten untuk menjelaskan bisnis mereka. Misalkan mereka mengajak bicara kepala penjualan, kepala bagian produk, atau COO. Pemimpin yang efektif tahu bahwa mereka tak bisa mencakup semua pekerjaan. Untuk itu dia membentuk tim yang kuat yang bisa dipercaya dan bangga bisa bergantung pada timnya.

2. Dia selalu sibukYa, pemimpin yang tidak efektif selalu sibuk mengerjakan semua hal sendirian. Mereka merasa dengan melakukan semua pekerjaan mereka terlihat kuat. Padahal sebaliknya, terlalu sering mengerjakan yang bukan bagiannya merupakan tanda pemimpin yang tidak efektif dan lemah. Pemimpin seharusnya mengatur waktu mereka untuk berpikir, menganalisis, dan menentukan strategi terbaik bagi perusahaan. Bukan sibuk mengurusi pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh bawahannya.

3. Persepsi pada orang lain selalu negatifCara mudah untuk membedakan pemimpin yang kuat dan lemah sebenarnya cukup mudah. Dengarkan saja cara mereka berbicara. Pemimpin yang kuat dan efektif akan membuat pembicaraan dan diskusi terasa positif. Hal ini karena mereka melihat potensi dan kesuksesan yang bisa berkembang pada bawahannya.

Sebaliknya, pemimpin yang tidak efektif dan lemah adalah mereka yang selalu berfokus pada apa yang sudah dikerjakan dengan baik dan terus membicarakan kesuksesan. ketika mendengarkan opini bawahannya, mereka bisanya merespon dengan negatif dan tidak mempercayai mereka. Pemimpin yang efektif bukan berarti tak menyadari kesalahan bawahannya. Mereka secara tegas membetulkan hal yang salah, namun secara umum mereka mempercayai kualitas anak buahnya.

4. Selalu terlihat 'memimpin'Pemimpin yang lemah namun ingin terlihat kuat selalu menunjukkan diri mereka kuat ketika bersama bawahannya. Misalkan adalah ketika rapat, mereka selalu dalam posisi memimpin. Hanya ada dua pola komunikasi, yaitu ketika mereka berada di sana, mereka memimpin. Ketika mereka tak ada, maka mereka tak memimpin.

Pemimpin yang hebat tak perlu harus duduk di kursi paling tinggi dan merasa merekalah pusat semua diskusi yang terjadi. Mereka menikmati presentasi dari bawahannya yang lebih kompeten, dan mereka siap memimpin diskusi jika memang perlu. Mereka tak perlu merasa rendah hanya karena berada sejajar dengan anak buahnya.

Nah, coba teliti sekali lagi diri Anda atau atasan. Apakah mereka atau anda sebenarnya seorang pemimpin yang kuat dan efektif, atau hanya pemimpin lemah yang tidak efektif? (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP