Kehilangan kaki, pemuda ini wujudkan mimpi keliling China
Merdeka.com - Berkutat dengan kursi roda seumur hidup mungkin adalah bencana bagi sebagian besar orang. Tetapi Quan Peng, 29, menolak terjebak dalam kehidupan seperti itu. Meskipun kini dia hanya bisa beraktivitas dengan bantuan kursi roda, Quan Peng ngotot untuk memenuhi impiannya berkeliling China.
Dilansir Oddity Central, Quan kehilangan kedua kakinya pada usia 17. Pria asal Gansu itu harus menjalani operasi untuk mengangkat tumor dari tulang belakangnya. Prosedur pembedahan itu ikut merusak saraf-saraf di kakinya.
Quan memutuskan untuk menjalani hidupnya seperti orang normal. Dia pindah ke Beijing pada tahun 2013 untuk mengejar karir sebagai entrepreneur online. Tak lama kemudian dia memutuskan untuk mewujudkan mimpinya berkeliling China. Quan Peng memulai perjalanan mengelilingi daratan China dari Beijing pada tanggal 31 Agustus 2014.

Quan Peng keliling China dengan kursi roda © Shanghaiist - CCTV
"Ini adalah provinsi kelima dan kota keduapuluhdua yang sudah saya lewati selama perjalanan," kata Quan kepada media lokal setelah mencapai Fuzhou pekan lalu. "Nasib saya telah menghalangi kebebasan saya. Saya harus mendapatkannya kembali, bagaimanapun caranya. Seiring dengan keinginan untuk melihat dunia dengan mata saya sendiri, saya juga melakukan perjalanan ini agar orang melihat pentingnya memiliki fasilitas bebas hambatan."
Perjalanan itu sendiri tak ditempuh Quan dengan mudah. Dia mengalami nyeri pundak, terjatuh dari kursi roda, bahkan sampai tergelincir dari bukit. Namun kesulitan-kesulitan itu tak membuatnya menyerah.

Quan Peng keliling China dengan kursi roda © Shanghaiist - CCTV
Sejauh ini dia telah melakukan perjalanan sejauh 2.800 km. Dia sudah menjelajahi hampir seluruh China dan perjalanannya masih jauh dari selesai. Quan Peng berencana untuk mengakhiri perjalanannya di Sanya, provinsi Hainan. Untuk itu dia perlu menempuh perjalanan sejauh 1.700 km lagi. Di setiap perhentiannya, Quan juga mendokumentasikan ada atau tidaknya fasilitas yang tersedia untuk orang cacat seperti dirinya. Sayangnya, di sebagian besar tempat yang dia kunjungi tak tersedia fasilitas semacam itu.
Melalui ceritanya, Quan berharap dapat menginspirasi orang dan membuat mereka melihat bahwa berada di kursi roda tidak perlu harus menggagalkan mimpi dan ambisi seseorang.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya