Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kedubes Indonesia-Belanda Ajak Pemuda Peduli Sampah Lewat Content Creation

Kedubes Indonesia-Belanda Ajak Pemuda Peduli Sampah Lewat Content Creation Photo Story and Video Competition: Rethinking Food Waste, Exploring Opportunities. ©2021 Ecoxyztem

Merdeka.com - Perhelatan Photo Story and Video Competition: Rethinking Food Waste, Exploring Opportunities telah rampung digelar. Program ini merupakan kolaborasi antara Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia dengan Ecoxyztem.

Acara ditutup dengan upacara penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba secara daring. Proses pendaftaran dan seleksi yang dilakukan hanya dalam waktu satu bulan telah berhasil mengumpulkan lebih dari enam puluh peserta baik dari universitas maupun sekolah menengah atas seluruh Indonesia.

Beberapa peserta yang hadir secara daring mengungkapkan antusiasmenya dalam mencari ide pemecahan masalah sampah makanan melalui media video dan fotografi. Beberapa di antaranya berasal dari daerah Aceh, Palembang, Jombang, Bogor, dan Purwokerto.

Selain peserta acara, upacara penghargaan juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia. "Kedutaan Besar Belanda sangat senang dapat berkolaborasi dengan Ecoxyztem dan berperang melawan masalah sampah pangan, baik yang ada di limbah hulu maupun yang sudah melewati rantai pasok pangan," ujar Ana Saleh, senior policy advisor for Agriculture, Fishery, Food, and Forestry Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia.

"Ada banyak sekali cerita yang coba teman-teman sampaikan melalui foto dan video yang telah dikumpulkan, hal tersebut sangat menginspirasi kami untuk menentukan langkah inisiatif selanjutnya dan sekaligus akan terus menggaungkan kampanye dalam mengatasi masalah sampah pangan hingga ke sekolah-sekolah," lanjutnya.

Menanggapi Fenomena Sampah Pangan

photo story and video competition rethinking food waste exploring opportunities

©2021 Ecoxyztem

Masalah sampah pangan adalah masalah fenomena gunung es. Sudah banyak inisiatif dan perhatian yang diberikan kepada sampah anorganik seperti tas kresek, botol plastik, dan kemasan makanan. Namun, perhatian yang diberikan kepada sampah sisa makanan masih belum cukup besar. Padahal, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), komposisi sampah terbesar yang dihasilkan di Indonesia adalah sampah organik (60%) dengan mayoritas limbah berasal dari sampah rumah tangga (37,39%). Melihat data tersebut, menjadi sangat penting bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memulai inisiatif penanganan sampah pangan yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu dari rumah.

"Menurut riset mengenai sampah makanan yang dilakukan oleh Bappenas, UNDP, dan Waste4Change dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2019, Indonesia berpotensi mengalami kerugian sekitar 213 sampai dengan 500 triliun per tahun akibat permasalahan sampah makanan. Dengan adanya kolaborasi antara Ecoxyztem dan Kedutaan Besar Belanda yang sekaligus menerapkan SDGs nomor 17 mengenai kemitraan diharapkan dampak yang dihasilkan akan lebih masif sehingga dapat menyusul ketertinggalan solusi permasalahan lingkungan dibanding kecepatan permasalahan lingkungan itu sendiri," papar Bijaksana Junerosano, founder dari Greeneration Group dalam sambutannya.

Hasilkan Bibit Content Creator Peka Isu Lingkungan

Lomba Photo Story dan Creative Video telah berhasil menciptakan bibit-bibit content creator di bangku sekolah dan universitas yang peka terhadap isu lingkungan. Mekanisme penentuan pemenang juara favorit dihasilkan melalui voting media sosial Instagram dan YouTube @ecoxyztem, sedangkan untuk juara utama ditentukan melalui penilaian yang dilakukan oleh perwakilan Kedutaan Besar dan beberapa jurnalis senior media ternama Indonesia.

Berikut daftar pemenang Photo Story and Creative Video Competition.

Juara Favorit
  • Asy-Syifa Syaharani dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh untuk kategori foto
  • Amanda Puti Jasmine dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk kategori video
  • Juara Utama Kategori Photo Story

    Juara 1

  • Miftahudin Mulfi dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Juara 2

  • Jemima Mantiri dari Erasmus University Rotterdam
  • Juara 3

  • Fransiska Kharin Omega dari Universitas Katolik Musi Charitas Palembang
  • Juara Utama Kategori Creative Video

    Juara 1

  • Amanda Puti Jasmine dari Institut Pertanian Bogor
  • Juara 2

  • Indira Aqsha Maria dari President University
  • Juara 3

  • Helmi Musyaffa' Akmal dari Universitas Jenderal Soedirman
  • Seluruh pemenang mendapatkan beasiswa dengan total nilai sebesar 15 juta rupiah. Juara pertama dari tiap kategori akan mendapatkan program pendampingan X-SEED dari Ecoxyztem.

    "Kami sangat bangga dan senang dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh anak muda dari seluruh Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan melalui pembuatan konten media sosial. Selanjutnya kami akan memulai program kerjasama X-SEED yaitu pengembangan kapasitas bagi para mahasiswa untuk dapat mengembangkan dan merealisasikan ide mereka melalui mekanisme bisnis start-up, dengan tujuan utama menciptakan lebih banyak solusi untuk mengatasi permasalahan sampah makanan," pungkas Andreas Pandu Wirawan, CCO dari Ecoxyztem.

    (mdk/tsr)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP