Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jaga kualitas rasa keripik pisang ini gunakan minyak goreng bermerek

Jaga kualitas rasa keripik pisang ini gunakan minyak goreng bermerek Ahmad Thoif. ©2015 Merdeka.com/ Iman Herdiana

Merdeka.com - Keripik pisang Boga Rasa buatan buruh pabrik Ahmad Thoif, dibuat dari pisang-pisang terbaik yang dimasak dengan minyak bermerek, bukan minyak kelapa curah biasa, dengan bumbu yang tersertifikasi halal oleh MUI dan teregistrasi di Departemen Kesehatan dan Badan POM RI.

“Untuk menjamin kualitas, sejak awal saya akan pertahankan rasa. Komposisi bumbu tidak akan saya ubah,” kata Ahmad seraya menunjukkan minyak dan bumbu yang biasa ia pakai, di rumah kontrakannya Kampung Cimindi Timur Rt 03 Rw 23 Kelurahan Cibeureum Timur Kecamata Cibeureum Kota Cimahi.

Pria 44 tahun yang menjabat Sekretaris Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPTSK-SPSI) PT Tjimindi Subur Bandung. Dia pun menjelaskan minyak berpengaruh pada rasa dan ketahanan keripik. Keripiknya bisa tahan satu bulan dengan rasa tetap renyah. Hal ini berbeda dengan menggunakan minyak curah biasa. Selain itu, minyak curah biasa juga lebih boros saat dipakai menggoreng.

Keripik pisang Boga Rasa terdiri dari dua kelas, yakni kelas 'premium’ untuk dijual kiloan atau di bawah 1 kilogram. Satu lagi kelas untuk dijual di warung-warung dengan kemasan kecil Rp 500.

Bahan pisang Boga Rasa kelas premium berbeda dengan kelas warung. Pisang yang dipakai untuk kelas premium adalah pisang kapas, pisang khusus untuk keripik. Sedangkan yang kelas warung memakai pisang campuran yang terdiri dari pisang nangka, kastroli, kapas dan lain-lain. Kelas ini hanya memiliki satu rasa, yakni asin.

Sedangkan untuk kelas premium terdiri dari tiga rasa, yakni rasa asin, keju dan balado yang dijual dalam tiga kemasan ukuran berbeda, yakni kiloan, di bawah 1 kilogram. Harga Boga Rasa asin Rp 32 ribu per kilogram, untuk rasa balado dan keju Rp 35 ribu per kilogram. Sementara yang dalam kemasan dijual antara Rp 5.000 sampai Rp6.000.

Masing-masing rasa memiliki kelebihan tersendiri. Keripik rasa keju memiliki warna kuning tua, ada bubuk keju lembut yang membalut keripik pisang. Rasa asing warna keripiknya kuning pucat dengan rasa asin yang tidak berlebihan. Rasa balado warnanya merah dengan rasa pedas dan gurih.

Bahan keripik pisang didapat dari Pasar Induk Caringin. Ahmad yang kini sedang dirumahkan dari pabriknya bekerja. Menuturkan saat masih kerja ia biasa belanja subuh untuk mendapatkan pisang terbaik. Paginya ia harus mengantar anak sekolah, dan pukul 8 pagi ia harus berada di pabrik sampai jam 4 sore.

Sepulang dari pabrik ia dan istri mempersiapkan produksi, mengupas pisang hingga menyayat-nyayat dengan pisau khusus untuk membuat keripik. Aktivitas ini berlangsung hingga pukul 12 malam.

Besoknya pisang dipasarkan ke pabrik, warung, pasar dan sejumlah grosir yang ada di Cimahi dan Bandung. Dari hasil lelah jualan kripik ia bisa mengantongi sekitar Rp 4 juta sebulan. Jumlah yang jauh lebih besar dibanding gajinya sebagai buruh.

Dalam seminggu ia menghabiskan 1–1,5 kwintal pisang kapas dan pisang campuran. Dalam 10 kilogram pisang kapas mentah didapat 3 kilogram keripik. Sedangkan dalam 30 kilogram pisang campuran dihasilkan 600 bungkus keripik.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP