Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini wajah Dadaab, kamp pengungsian terbesar di dunia

Ini wajah Dadaab, kamp pengungsian terbesar di dunia Kamp pengungsian Dadaab. © Thehumanitarianspace.com

Merdeka.com - Di tengah gersangnya gurun di provinsi timur laut Kenya, dikelilingi bermil-mil pasir tandus dan semak-semak kering, lebih dari 300.000 orang hidup bersama. Inilah Dadaab, situs kamp pengungsi terbesar di dunia.Dadaab berlokasi antara perbatasan Kenya dan Somalia, tepatnya di Garissa County, Kenya. Menurut data UNHCR pada bulan Oktober 2015, kamp ini menjadi rumah bagi 329.811 pengungsi dari seluruh dunia yang terbagi menjadi 5 kamp.

kamp pengungsian dadaab

Kamp pengungsian Dadaab © Thehumanitarianspace.com

Kamp Dadaab merupakan pemukiman yang kompleks dan begitu luas hingga tak jarang menyebabkan pendatang baru tersesat. Seiring berjalannya waktu, Dadaab jadi lebih mirip kota kecil yang padat penduduk, lengkap dengan infrastruktur dan pusat perekonomian. Di sana terdapat sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, kantor polisi, kuburan, dan stasiun bus.

kamp pengungsian dadaab

Kamp pengungsian Dadaab © kenyaeducationfund.org

Walaupun fasilitas di Dadaab cukup lengkap, namun kualitas dan kuantitasnya jelas tidak cukup memadai jika dibandingan dengan jumlah pemukim yang ada. Belum lagi bahaya dari alam sekitar seperti binatang buas dan cuaca ekstrem yang senantiasa mengancam keselamatan penduduk.

kamp pengungsian dadaab

Kamp pengungsian Dadaab © worldhelp.net

Kebutuhan para pengungsi di Dadaab disuplai oleh sejumlah organisasi nirlaba, antara lain WFP, GTZ, dan UNHCR. Namun Menurut Medecins Sans Frontieres Australia, masalah kesehatan seperti kolera, hepatitis, dan malnutrisi masih kerap terjadi. Ini karena tenda-tenda darurat yang kurang memenuhi standar hidup ideal dan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) yang digunakan bersama-sama.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP