Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ingin selalu dekat dengan anak, lelaki ini berhenti kerja!

Ingin selalu dekat dengan anak, lelaki ini berhenti kerja! Ilustrasi berhenti kerja. ©2012 Shutterstock/Supri Suharjoto

Merdeka.com - Tidak hanya wanita, lelaki juga memiliki rasa yang sama untuk menjaga anak mereka. Lelaki juga ingin menumpahkan perasaan menjaganya setiap saat, jika dia bisa. Namun kebanyakan lelaki terhalang kewajibannya untuk menafkahi keluarga sehingga waktu mereka lebih banyak habis di luar rumah.

azhariHal inilah yang dialami Nunung Annas Azhari, pria kelahiran Ngawi tahun 1977. Memiliki jabatan di tempatnya dulu bekerja untuk pabrik ternyata membuatnya jarang bertemu dengan anak-anaknya, sehingga dia memutuskan untuk berhenti bekerja. "Waktu itu saya masih kerja di perusahaan kulkas korea di Tangerang. Saya sambil iseng, mulai mencoba-coba untuk membuka usaha sendiri dengan menjual selimut Korea. Keseriusan saya muncul pada saat saya memang dipaksa oleh keadaan. Bukan masalah finansial, kalau finansial saya kira sudah cukup dari kerja pabrik dan istri saya. Masalah muncul pada saat istri saya mulai pindah tugas kerja jauh dari Tangerang, semua jadi berantakan, anak nggak keurus sama pembantu. Saya tiap hari pulang malam, praktis pantauan anak cuma oleh pembantu. Dan saya mulai resah pada saat tetangga lapor ke saya kalau anak sering dibiarin di luar main-main dari pagi sampai sore. Ya dari masalah itu saya putuskan keluar kerja yang saya pikir sampai berkali kalau melepaskan jabatan di pabrik", cerita Nunung pada Merdeka.com (21/01).

Berkat keputusannya berhenti bekerja, Nunung mulai merintis website Tokopatria.com yang bergerak di bidang fashion anak. "Mendapat analisa dari Google, ketemulah produk yang sangat dicari yaitu pakaian anak. Saya coba pakaian anak branded, coba kulakan di stocklot branded dengan modal cuma 2 juta, saya jual ecer di website dan alhamdulillah karena saya bisa mengoptimalkan website, penghasilan selama bulan Maret 2013 sampai dengan sekarang dari olshop 3 kali lebih besar dari gaji pabrik dan saya bisa fokus urus anak", kata Nunung.

Perjuangan Nunung untuk menafkahi keluarga mungkin memang tidak dengan bekerja sebagai pegawai pabrik, namun menjadi pengusaha. Terbukti, dalam setiap seminggu Nunung sanggup memutar puluhan juta rupiah untuk penghidupan keluarganya. "Seminggu saya belanja sekitar 30 juta sampai dengan 50 juta, tergantung kecepatan pabrik produksinya. Barang datang paling 3 hari habis belum sempat ada produk jadi dari pabrik sudah habis. Kebanyakan orang yang memesan itu dari daerah Palembang, Medan dan Baturaja Oku. Kalau Kalimantan ada di Balikpapan, Samarinda, Barabai, sedangkan Bali kebanyakan dari Denpasar. Jabodetabek, Surabaya Semarang, Yogya, Solo", ujarnya.

Usaha Nunung untuk menghidupi keluarga dan memberikan nafkah memang patut diberi jempol. Namun prinsipnya berbisnis juga tidak kalah bagus. "Saya percaya dengan menjadi kreatif, jujur dan tidak berputus asa akan mengantarkan kita ke puncak sukses".

(mdk/kad)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP