Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hal-hal mendasar yang harus diketahui skydiver pemula

Hal-hal mendasar yang harus diketahui skydiver pemula skydive 1. ©shutterstock

Merdeka.com - Mungkin di benak setiap orang, skydive hanyalah perkara melompat dari pesawat dan membuka parasut. Terlebih lagi skydive selalu akan dipandu oleh instruktur sehingga kita tak harus membingungkan sisi teknis ketika kita ingin terjun bebas.

Namun hal ini tak selamanya benar. Memang jika kita membayar jasa untuk skydive, yang harus kita lakukan hanyalah menghilangkan rasa takut dan nikmati keindahan alam sembari kita melayang di angkasa. Namun sebagai skydiver pemula, ada beberapa poin yang harus diketahui. Terlebih lagi jika kamu ternyata memutuskan untuk mendalami kegiatan skydive ini. Berikut ulasannya.

1. Belajar skydive ternyata membutuhkan waktu

Mungkin cukup berlebihan jika kamu tiba-tiba ingin jadi mahir dalam dunia skydive dalam sekejap waktu. Hal tersebut tak akan terjadi. Karena untuk belajar, banyak hal yang harus dilalui. Mulai dari pendaratan yang tentu tak mulus dan jauh di luar drop zone, serta mungkin ada perasaan untuk takut mencoba lagi. Namun jika kamu pada akhirnya ingin mendalami skydive, inilah yang harus kamu lewati. Nantinya hal ini akan menjadi baik dengan sendirinya.

Berbeda jika kamu tidak ingin mendalami skydive dan hanya ingin sesekali 'have fun' dengan mencoba ekstremnya terjun bebas di atas langit Indonesia, hal ini sama sekali tak perlu kamu khawatirkan. Kamu hanya perlu 'tertempel' ke instruktur tandem dan biarkan dia yang mengontrol semuanya.

2. Tak banyak orang yang mendalami skydive

Ternyata secara statistik, tak banyak orang yang mendalami skydive. Banyak yang bersemangat untuk memulai mendalami skydive sebagai hobi yang menghasilkan, namun sebagian besar rontok di tengah jalan. Hal ini sangat wajar dikarenakan hobi yang satu ini 'terlalu' menantang untuk dijalani. Terlebih lagi skydive bukanlah sebuah tren sesaat, di mana para anak muda akan berlompatan dari pesawat hanya karena menganggap hal itu keren dan layak dipamerkan. Sehingga, skydive benar-benar membutuhkan nyali dan motivasi tinggi untuk hanya sekedar memulainya.

3. Layaknya menjadi penampil, skydive butuh 'ritual'

Mungkin memang banyak faktor teknis yang dibutuhkan dalam melakukan skydive, namun hal tersebut sangat bisa dipelajari dengan mudah. Namun ada satu yang sebenarnya harus juga dipenuhi, yakni sisi spiritual. Layaknya performer dalam dunia hiburan atau penampil, skydiver juga butuh ritual untuk menandakan bahwa mentalnya telah siap dan 'berubah' ke mode siap lompat.

Hal seperti mengunyah permen karet dengan rasa khusus, menggunakan kaus kaki pilihan, atau memakan sesuatu yang spesial sebelum lompat, sudah sangat biasa dilakukan oleh para skydiver. Ritual ini membuat mereka lebih tenang dan siap untuk terjun bebas.

4. Skill terjun bebas adalah urusan belakangan

Jika kamu menganggap bergaya ketika terjun bebas adalah hal yang keren dan kamu ingin segera melakukannya ketika belajar skydive, hal itu salah besar. Bahkan hal itu merupakan jebakan. Karena di angkasa, energi kita tiba-tiba tak sebanyak ketika memijak di atas Bumi. Tentu kalau sudah begini, energi tersebut haruslah kamu gunakan untuk melepas parasut yang akan membuatmu selamat hingga sampai di daratan.

wei

Bagi kamu yang ingin menjajal skydive, kita bisa mewujudkannya! Karena merdeka.com bersama Vaseline Men mengadakan tantangan Wonderful Extreme Indonesia (WEI). Tantangan ini bisa diikuti oleh siapapun yang #beranirusak demi mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.

Tinggal daftarkan diri segera di wei.merdeka.com/join, kemudian upload foto atau video aksi berolahraga ekstrem dalam Instagram dengan tagar #WEI #WonderfulExtremeIndonesia #WEI. Jangan sampai lewat batas pengunggahan, yaitu 16 Juni 2016.

Tiga orang yang beruntung sebagai pemenang akan mendapatkan pelatihan longboard di Sumba, mountain bike di Rinjani serta skydive di Karimunjawa, bersama atlet nasional. Proses pelatihan tersebut akan dikemas dalam rekaman eksklusif dengan tim shooting profesional.

Nantinya, hasil shooting akan menjadi video episode di chanel YouTube WEI, sekaligus semua kanal media Kapan Lagi Network (KLN).

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP