Gereja Katolik ini dibangun dengan matematika serumit Ka'bah
Merdeka.com - Basilika Sagrada Familia yang berdiri di Kota Barcelona, Spanyol adalah gereja katedral yang penting bagi pemeluk Katolik. Dilaporkan National Geographic, gereja ini dibangun dengan arsitektur rumit, menggunakan prinsip rasio emas.
Ka'bah, bangunan terpenting bagi umat Islam di seluruh dunia juga dibangun dengan rasio ini. Dalam seni arsitektur, struktur yang dibuat dengan prinsip rasio emas memiliki proporsi yang sangat ideal dari segi estetika. Karena itulah rasio emas juga sering disebut divine proportion atau proporsi ilahiah.
Gereja megah ini dibangun oleh arsitek asal Catalania, Antoni Gaudi (1852-1926). Ia memang bermaksud meniru konsep arsitektur bangunan-bangunan paling fenomenal dalam sejarah umat manusia. Baginya, seni arsitektur merupakan tiruan alam ciptaan Tuhan. Dan dengan demikian cara terbaik untuk memuja Tuhan adalah dengan menciptakan desain yang mendekati karya-Nya.

Gereja ini tak pernah rampung dibangun oleh Gaudi, tetapi kemegahan arsitekturnya yang menakjubkan dan serba rumit menjadikan gereja ini masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Selain rasio emas, bangunan gereja ini dibuat dengan struktur hiperbolik paraboloid, struktur arsitektur yang menggunakan prinsip geometri hiperbolik. Kubah dan jendela di gereja Sagrada Familia dibuat oleh Gaudi menggunakan prinsip ini.
Keunikan arsitektur yang dimiliki oleh Sagrada Familia bahkan telah dicatat sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, dan basilika ini sendiri memiliki sejarah panjang bagi warga Barcelona.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya