Gagal jadi sarjana, pria ini antar 200 anak jalanan raih pendidikan
Merdeka.com - Rajesh Kumar Sharma gagal mendapatkan ijazah perguruan tinggi karena kendala biaya. Ia tidak pernah memegang gelar sarjana, kendati sempat mengenyam pendidikan di bangku kuliah selama tiga tahun. Namun hal tersebut tak menghalanginya untuk berbagi ilmu.
Setiap hari, pria yang berprofesi sebagai pemilik toko kelontong ini menuju Yamuna Bank Metro Station, tetapi bukan untuk naik kereta. Tujuan utama Sharma adalah kolong jembatan di area stasiun Delhi tersebut. Di sana murid-muridnya sudah menanti untuk belajar.
Dilansir MensXP, Sharma merupakan pendidik di sekolah kolong jembatan yang dia dirikan sendiri. Tak ada ruang kelas maupun bangku untuk sarana murid-muridnya belajar. Yang ada hanya lapisan beton sebagai atap dan tembok yang dicat hitam sebagai papan tulis.

Photo source: AP/Attaf Qadri
Namun dengan sarana seadanya pun anak-anak itu tetap antusias menanti pelajaran. Terlihat dari kesediaan mereka untuk bersih-bersih sambil menanti sang guru datang.

Photo source: AP/Attaf Qadri
Di sinilah Sharma mengajarkan anak-anak dari daerah kumuh di sekitar stasiun. Tak ingin biaya menghalangi masa depan anak-anak tersebut seperti dirinya, Sharma bercita-cita agar anak-anak didiknya bisa masuk ke sekolah negeri. Karena itulah, tak hanya mengajar baca tulis, Sharma juga mengajarkan dasar-dasar bahasa Inggris, bahasa Hindi, sains, matematika, sejarah, dan geografi kepada murid-muridnya.

Photo source: AP/Attaf Qadri
Sharma memulai sekolah kolong jembatannya pada tahun 2007. Saat itu dia pontang-panting mencari tempat belajar yang memadai namun tidak menghabiskan banyak biaya. Dan satu-satunya tempat yang bisa dia jangkau adalah kolong jembatan kereta yang pengap berdebu. Muridnya pun cuma dua orang.

Photo source: AP/Attaf Qadri
Lambat laun, aktivitas Sharma dan murid-muridnya mendapat perhatian luas, hingga diliput oleh berbagai media India. Banyak yang datang untuk mengulurkan tangan bagi murid-muridnya. Tenaga pengajar sukarela pun bertambah, meskipun pemerintah belum memberikan respon apa pun.
"Orang-orang datang menyumbangkan buku-buku dan buku tulis untuk anak-anak. Sejauh ini hanya itu bantuan yang kami terima," kata Sharma.
Sampai sekarang, ia telah mengajar lebih dari 200 anak jalanan. Sebagian besar berhasil lolos tes masuk di berbagai sekolah pemerintah,sesuai harapannya.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya