Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Daging burger ini 7 kali lebih sehat dari fast food, tetapi...

Daging burger ini 7 kali lebih sehat dari fast food, tetapi... Burger lalat. ©Odditycentral.com

Merdeka.com - Jika mengunjungi Lake Victoria di musim hujan, kemungkinan kalian akan disuguhi sebuah makanan yang tampak tak asing. Sebuah daging burger berwarna kehitaman. Walaupun penampilannya tak menarik, burger ini diklaim lebih bergizi dan menyehatkan dibanding burger yang dijual di restoran cepat saji di sekitar kita. Tapi sayangnya, burger ini tak dibuat dari daging sapi ataupun ayam, tetapi dari lalat.

Setiap tahunnya, di musim hujan, jutaan bahkan milyaran lalat besar muncul di Lake Victoria, Afrika. Jumlah mereka sangat banyak dan cukup besar hingga bisa berbahaya bagi penduduk lokal. Dikabarkan bahwa jutaan lalat ini bahkan bisa mencekik manusia saking banyaknya. Namun tampaknya hal ini bukan ancaman bagi penduduk setempat, melainkan justru berkah.

Penduduk di sekitar Lake Victoria menggunakan lalat-lalat ini sebagai sumber protein mereka. Mereka menggunakan lalat tersebut untuk dijadikan burger dan dikonsumsi. Eits, tapi jangan terburu-buru jijik dulu. Lalat-lalat asal Afrika ini diketahui kaya protein dan bergizi lho!

burger lalat

Dengan jutaan lalat yang beterbangan di sekitar desa, tentunya bukan hal yang sulit bagi penduduk setempat untuk menangkapnya. Mereka hanya memerlukan panci atau jaring dari kain untuk menangkapi lalat-lalat tersebut.

Seperti dilansir oleh Odditycentral, biasanya penduduk akan membuat panci mereka basah dan lembap agar lalat-lalat tersebut menempel di dalamnya. Setelahnya, mereka mengolah lalat-lalat tersebut menjadi daging burger yang berwarna sehitam arang.

Satu daging burger diketahui mengandung sekitar 500.000 lalat. Meski kelihatannya menjijikkan, tetapi burger ini diklaim tujuh kali lebih bernutrisi dibandingkan dengan burger berisi daging sapi biasa. Bagi orang yang kekurangan protein pada dietnya, burger ini bisa jadi obat manjur untuk dikonsumsi, dan bahkan bisa menyelamatkan nyawa di saat wabah kelaparan. Di Afrika, setiap desa memiliki resep sendiri untuk memasak burger lalat mereka.

(mdk/kun)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP