Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Clara Bergs, gadis autis yang jago balet

Clara Bergs, gadis autis yang jago balet Clara Berg. ©Clarabergs.tumblr.com

Merdeka.com - Clara Bergs, gadis berusia 10 tahun ini memiliki kecintaan yang kuat pada tarian balet. Namun, dia harus berusaha lebih keras untuk menguasai tarian ini. Pasalnya, Bergs telah didiagnosa menderita autisme dan DiGeorge sindrom saat lahir.

Sindrom DiGeorge membuatnya kesulitan untuk mengendalikan gerakan tubuhnya. Bergs juga mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Tak hanya itu, penyakit ini, ditambah autisme juga membuatnya susah berkonsentrasi, apa lagi menghapal gerakan balet yang rumit.

Namun, pepatah "Tak ada yang tak mungkin," tampaknya cocok untuk menggambarkan gadis cilik ini. Setelah beberapa kali orang tuanya melihatnya melakukan gerakan-gerakan yang sama setiap hari, mereka sadar. Bergs telah menghapal tarian Swanhilde dalam "Coppelia."

Ini tentu bukan hal yang mudah, mengingat Coppelia memiliki gerakan yang rumit. Ibunya merekam gerakan Bergs dan mempublikasikannya lewat YouTube. Dalam sekejap, video ini mendapatkan respon baik dari banyak orang.

"Dia membuat dunia menjadi tempat yang lebih menyenangkan," tulis salah satu komentar, seperti dilansir oleh Huffington Post (24/09).

Coba perhatikan gerakan Clara Bergs saat menarikan Coppelia, dalam video di bawah ini.

(mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP