Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beri hukuman merangkak buat karyawan, perusahaan China dikecam

Beri hukuman merangkak buat karyawan, perusahaan China dikecam Karyawan perusahaan China dihukum merangkak. ©2015 Merdeka.com/Weibo

Merdeka.com - Sebuah perusahaan di Zhengzhou, Provinsi Henan mendapat kecaman dari netizen China. Pasalnya mereka menerapkan hukuman tidak manusiawi kepada karyawan.

Dilansir Oddity Central (6/10), foto-foto karyawan perusahaan yang tak disebutkan namanya ini beredar di Weibo, situs media sosial terbesar China. Sekitar selusin karyawan tampak sedang merangkak di atas lantai kayu yang mengitari sebuah danau. Dalam beberapa foto mereka tampak kelelahan dan pakaian mereka lusuh. Bahkan ada yang lututnya memar dan berdarah.

Menurut laporan media-media China, mereka adalah staf penjualan dari perusahaan tersebut. Ketika ditanya wartawan, salah satu dari mereka mengatakan kalau mereka sedang menjalani hukuman karena tak mampu memenuhi target. Salah satu anggota staf ditempatkan di danau untuk memastikan semua orang menyelesaikan hukuman yang ditetapkan.

karyawan perusahaan china dihukum merangkak

karyawan perusahaan china dihukum merangkak

Photo credit: Weibo via CCTV

Hukuman fisik ini mengejutkan netizen dan berbagai media lokal. Mereka mengkritik perusahaan tersebut karena memperlakukan karyawan dengan semena-mena.

Salah satu user Weibo berkomentar, "Bagaimana bisa perusahaan seperti ini jadi besar dengan kebijakan semacam itu?"

karyawan perusahaan china dihukum merangkak

Photo credit: Weibo via CCTV

"Hukuman ini benar-benar penghinaan. Tetapi saya tidak bisa memahami karyawan-karyawan tersebut. Mengapa (mereka) mau-maunya merangkak hanya karena orang lain menyuruh mereka untuk melakukannya?" tulis user lain.

"Saya pikir orang-orang ini hanya bisa melakukan apa yang bos mereka perintahkan, karena mereka takut kehilangan pekerjaan mereka," tanggapan user lain.

Hingga berita ini diturunkan, perusahaan yang diberitakan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Sampai saat ini masih belum diketahui juga bagaimana nasib para staf penjualan yang dihukum tersebut.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP