Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Benda purbakala Indonesia \'pulang kampung\'

Benda purbakala Indonesia \'pulang kampung\' Museum malang. ©2012 Merdeka.com/Dwi Andi Susanto

Merdeka.com - Jika Anda berkunjung ke Museum Tempo Doeloe di Malang, kemudian masuk ke ruangan Malang Masa Prasejarah, Anda pasti akan bertemu dengan 'mereka'. Berjajar rapi dalam kotak-kotak kaca, mereka seolah tengah beristirahat dari perjalanan panjang.

Ya, perjalanan panjang. 'Mereka' adalah prasasti-prasasti milik Kota Malang yang baru saja kembali dari Belanda. Prasasti-prasasti ini adalah saksi hidup perjalanan Kota Malang mulai dari 1.500.000 tahun yang lalu.

Dulunya prasasti-prasasti ini disumbangkan oleh Bupati Malang yang menjabat saat itu kepada Gubernur Jenderal Belanda. Oleh Gubernur Jenderal tersebut, prasasti itu kemudian dibawa kembali ke tempat tinggalnya di Skotlandia. Adalah Dwi Cahyono, seorang budayawan asal Malang, yang berhasil mendapatkan kembali prasasti-prasasti ini.

"Prasasti itu tidak dihibahkan secara langsung, dia melihat dulu perjuangan saya (untuk mengumpulkan prasasti) dengan biaya yang saya keluarkan sendiri selama 10 tahun," Dwi mengungkapkan perjuangannya pada merdeka.com, ketika ditemui Kamis (08/11).

Menurut Dwi, saat ini baru sebagian prasasti yang sudah dikembalikan, sementara sebagian lainnya hanya berupa copy prasasti. Dwi sendiri mendapatkan data-data benda bersejarah milik Indonesia dari Belanda.

"Belum semuanya dikembalikan. Mereka melihat dulu seperti apa perkembangannya dalam beberapa tahun ini. Apakah kita bisa merawat prasasti-prasasti itu atau tidak. Jika kita sudah siap, semua prasasti akan dikembalikan dari Skotlandia," jelasnya.

Lalu bagaimana jika Indonesia tak bisa menunjukkan kesiapannya untuk menampung prasasti tersebut? Dengan tegas Dwi menjelaskan bahwa prasasti tersebut tak akan diberikan. Tentu karena adanya kekhawatiran prasasti tersebut akan terbengkalai, rusak, dan hancur.

Merawat dan melestarikan prasasti yang telah menjadi bagian dari sejarah budaya bangsa sesungguhnya adalah kewajiban semua orang. Bahkan Dwi Cahyono yang seorang warga sipil pun mau berjuang sendiri untuk 'merebut' kembali peninggalan sejarah milik Indonesia. Selain itu, dukungan dan peran serta aktif dari pemerintah juga harus diberikan.

Hanya dengan cara itulah, benda-benda purbakala milik bangsa Indonesia bisa 'pulang', kembali ke kampung halaman. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP