Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bedah buku "Mantra Justru", gali inspirasi jadi entrepreneur sejati

Bedah buku Bedah Buku Mantra Justru di STIKI Malang. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi entrepreneur muda, ide-ide kreatif dalam membangun usaha sangat diperlukan. Tidak hanya untuk 'kick-starter', tetapi juga untuk meningkatkan peluang keberhasilan usaha di masa depan. Oleh sebab itu, STIKI Malang mengadakan bedah buku "Mantra Justru" hari ini, 20/11.

Buku "Mantra Justru" adalah karya CNO KapanLagi Network (KLN), A. Sapto Anggoro. Lebih lanjut, mantan Sekjen APJII itu mengatakan bila buku ini lahir berkat permintaan salah satu pegawainya yang bermimpi ada karya-karya tulis yang dapat menginspirasi anak muda untuk memulai usaha. Akhirnya Sapto memulai menulis artikel-artikel 'pengobar semangat' entrepreneur muda di kolom Inspira merdeka.com.

Judul "Mantra Justru" sendiri diambil untuk menunjukkan pada pembaca betapa pentingnya menggunakan kata 'justru', ketimbang 'tapi' dalam memulai usaha. Kata 'tapi' disebut kerap menurunkan moral sebelum bertanding, sementara kata 'justru' bisa meningkatkan kreativitas dan motivasi untuk menjadi pengusaha sejati.

"Kalau ditantang melakukan sesuatu pasti sering bertanya-tanya 'tapi bagaimana kalau rugi?', 'tapi bagaimana caranya? ', dan 'tapi'-'tapi' lain. Jadinya usaha tidak mulai-mulai. Nah, kalau pakai 'justru' beda, 'justru' kalau kita miskin, kita harus usaha. 'Justru' kalau tidak punya modal, harus putar otak cari investor. Misalnya, orang tua boleh kurang mampu, tetapi apa kita mau terus ikut miskin?" kata Sapto.

Dalam bedah buku kali ini, Sapto membeberkan topik-topik penting dalam dunia entrepreneurship, seperti character building, manajemen, hingga pemasaran, yang dalam "Mantra Justru" dibalut dalam kisah-kisah inspiratif. Misalnya, kisah Catur "Drop Out" dari kampus sukses berkat statistik bisnis sampai cerita unik beli rumah dapat istri.

Kepada mahasiswa STIKI, Sapto juga mengungkapkan untuk menentukan usaha, hal pertama yang perlu dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri hal apa yang paling kita ingin lakukan, alias passion. Setiap usaha ada resikonya, namun memulai usaha di usia muda lebih minim resiko.

Anak muda dikatakan tidak mempunyai banyak tanggungan, seperti anak. Sehingga memulai perusahaan sedini mungkin sangat disarankan. Dia berkata, penting merintis usaha dulu, jika ada kekurangan bisa diperbaiki dan dikembangkan sambil jalan.

"Yang penting kalau mau usaha itu pikirkan dulu mau lari ke mana, kalau sudah ada tujuannya, langsung saja dimulai. Kalau dipikirkan terus, bisa-bisa ndak jalan," lanjut Sapto.

bedah buku mantra justru di stiki malangSapto Anggoro menjelaskan pentingnya memulai usaha di usia muda

Dalam bedah buku ini, Sapto juga mengundang Bambang Rudiansyah, mantan pegawai KLN, sebagai contoh entrepreneur muda yang sudah menapaki tangga kesuksesan. Pria yang pernah bekerja di kanal merdeka.com ini sukses berkat bisnis Adsense Google

"Kalau memulai usaha itu jangan cari yang muluk-muluk, cari saja yang sesuai dengan kemampuan kita. Cari juga yang sesuai hobi dan passion. Nanti, tinggal kita kembangkan dan lipat gandakan ke depannya. Jadi mulai dulu usaha, walau masih kecil," ujar Bambang.

bedah buku mantra justru di stiki malangBagi-bagi buku Mantra Justru gratis untuk mahasiswa STIKI

(mdk/bbo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP