Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bawa bekal ilmu kembali ke kampung halaman

Bawa bekal ilmu kembali ke kampung halaman Knowledge. ©2014 Merdeka.com/southampton.ac.uk

Merdeka.com - Kejelian melihat peluang adalah faktor penting dalam memulai usaha. Hal ini disadari oleh Aji Cahya Fajar. Kecintaan pemuda 21 tahun ini terhadap bidang musik membawanya untuk menggeluti dunia usaha bisnis rekaman di daerah asalnya, Lampung.

"Waktu saya masih SMA, sekitar 2008, saya pernah berangkat ke Yogyakarta untuk merekam lagu band saya. Dari situ, saya tertarik dengan dunia sound engineering dan mulai mendalaminya," ceritanya.

Sepulangnya dari Jogja, pada 2010, Aji kemudian berencana membuka studio rekaman yang bisa menjadi fasilitator pemusik di kampung halamannya untuk menciptakan karya. Ia pun mulai bergerilya membeli piranti rekaman.

anang panca kurniawan?20140325113543

Aji Cahya Fajar (owner)

Setelah terbentuk, Aji gencar melakukan promosi untuk OmahRecord, nama studionya. Mulai menyebar pamflet ke sekolah-sekolah dan studio musik, menjadi sponsor acara tertentu, hingga memberi promo harga setahun sekali.

Tak cuma itu, menurut Aji, karena tak selamanya bisa mengandalkan pemusik Lampung untuk rekaman di studionya, ia pun melirik cara lain. Publikasi di jejaring sosial hingga membuat website OmahRecord.com pun dilakoninya.

Dengan promo yang gencar itu, tak heran jika banyak pemusik yang akhirnya berlabuh untuk merekam karya di OmahRecord. Hingga kini, studio rekaman miliknya ini sudah memproduksi sekitar 60 lagu.

"Dalam sebulan, mungkin kami bisa memproduksi 5-10 lagu. Tetapi, itu nggak pasti. Karena kami juga tidak bisa memprediksi pasar," imbuhnya.

(mdk/pnc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP