Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Awashima-jinja, kuil yang jadi rumah bagi ribuan boneka tua

Awashima-jinja, kuil yang jadi rumah bagi ribuan boneka tua Awashima-jinja. ©2014 Merdeka.com/Atlas Obscura

Merdeka.com - Orang Jepang memang dikenal sebagai masyarakat dengan budaya animisme yang masih sangat kental. Di negara ini Anda bisa menemukan berbagai kuil yang didedikasikan untuk segala macam objek. Tak hanya sosok dewa saja, tokoh terkenal, binatang, pohon, bahkan benda mati pun bisa dibuatkan kuil.

Di daerah Wakayama terdapat sebuah kuil cukup terkenal yang didedikasikan untuk boneka. Namanya Awashima-jinja. Sesungguhnya, menurut Atlas Obscura kuil ini merupakan tempat suci bagi para wanita dan anak-anak perempuan. Para wanita biasa memanjatkan doa dan memohon berakah di tempat ini.

Walaupun begitu Awashima-jinja juga sangat terkenal dengan ribuan boneka yang tergeletak nyaris di seluruh bagian kuil. Bermacam-macam boneka ada di sana. Mulai dari boneka anak perempuan berbaju kimono seperti yang sering kita saksikan dalam film-film horor Asia, boneka berbentuk sosok kucing keberuntungan ala Jepang, hingga topeng-topeng Noh kuno yang digantungkan di dinding atau diletakkan begitu saja di lantai. Boneka-boneka ini memenuhi balkon, altar, lantai, hingga halaman kuil.

006 tantri setyorini?20140818113023

005 tantri setyorini?20140818113022

004 tantri setyorini?20140818113022

Photo by Atlas Obscura

Walauun terkesan menyeramkan bagi siapapun yang belum pernah melihatnya, boneka-boneka yang sebagian sudah usang dan lapuk itu tidak diletakkan di sana karena alasan-alasan mistis. Boneka-boneka tersebut memang sengaja dipersembahkan oleh para pengunjung yang berziarah ke kuil. Sebab Awashima-jinja adalah kuil yang terkenal dengan tradisi hina ningyo, sebutan untuk boneka yang diberikan kepada gadis-gadis muda setiap Hari Anak Perempuan pada tanggal 3 Maret. Kuil rutin mengadakan festival boneka yang disebut Bina Nagashi. Saat perayaan bina nagashi boneka-boneka hina ningyo akan ditempatkan di sebuah kapal kecil kemudian dilarung ke laut.

003 tantri setyorini?20140818113022

002 tantri setyorini?20140818113022

Photo by Atlas Obscura

Saat ombak pasang, kapal kecil yang dilarung tadi akan berguncang dan menyebabkan boneka-boneka berjatuhan ke laut. Boneka-boneka yang jatuh ke laut tadi merupakan perwakilan dari pemiliknya. Dengan hilangnya boneka ditelan ombak laut, diyakini segala penyakit dan nasib buruk yang menimpa mantan pemilik mereka akan ikut terbawa bersama boneka.

001 tantri setyorini?20140818113021

001 tantri setyorini?20140818113021

Photo by Atlas Obscura

Festival yang cukup populer di Jepang ini dimulai sejak tahun 1687. Dan saat festival berlangsung anggota keluarga akan berdoa untuk kesehatan dan kebahagiaan anak-anak perempuan di dalam keluarga.

Berabad-abad sejak perayaan Bina Nagashi yang pertama dilangsungkan di sana, koleksi boneka di Awashima-jinja kini sudah mencapai ribuan buah. Tak hanya boneka hina ningyo saja, para peziarah juga meninggalkan berbagai bentuk patung, ukiran, boneka tanuki, Daruma, katak, Yoshitsune, serta Shichi fukujin.

  (mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP