Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Antar pulang para korban, taksi di Paris sukarela matikan argo

Antar pulang para korban, taksi di Paris sukarela matikan argo Ilustrasi taksi di Paris. ©Alamy

Merdeka.com - Kota Paris diguncang teror yang terjadi pada 13 November 2015 lalu. Warga dibuat kalang kabut dengan tujuh serangan terpisah yang terjadi di sejumlah restoran, pertandingan sepak bola, dan penyanderaan di sebuah konser band rock.

Kejadian tersebut telah menimbulkan lebih dari 100 korban jiwa dan mengakibatkan pemerintah Prancis memberlakukan status darurat di kota yang jadi rumah bagi Menara Eiffel itu. Perbatasan kota telah ditutup dan tentara angkatan darat menjalankan prosedur pengamanan ketat di seluruh kota.

Dilansir situs Jalopnik, banyaknya korban dan warga yang panik membuat layanan taksi di Paris kebanjiran permintaan. Uber dan Metro, dua perusahaan armada taksi yang beroperasi di Paris mengumumkan situasi darurat dan meminta para pelanggan untuk bersabar karena jumlah armada yang mereka miliki tidak memadai untuk melayani seluruh permintaan.

Menurut laporan Sophie Pilgrim, koresponden France 24, sebagian besar sopir taksi menawarkan jasa untuk mengantar para korban secara cuma-cuma. Para sopir ini mematikan argo selagi mengantar para penumpang ke lokasi pengamanan atau rumah masing-masing.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP