Merdeka.com tersedia di Google Play



    Anak sering menangis? Ini penyebabnya!

    Reporter : Kun Sila Ananda | Senin, 15 April 2013 20:04


    Anak sering menangis? Ini penyebabnya!
    Ilustrasi anak menangis. ©Shutterstock.com/ pavla

    Merdeka.com - Bayi dan balita seringkali menangis, terkadang bahkan tanpa diketahui alasannya. Sebuah blog Tumblr yang berjudul "Reasons My Son Is Crying" menggambarkan secara unik bagaimana anak sering menangis karena alasan sepele atau hal-hal yang tak jelas.

    Meski begitu, para ahli berpendapat bahwa selalu ada alasan di balik tangisan seorang anak. Anak dan balita biasanya memiliki tiga motivasi dasar ketika menangis, seperti dilansir oleh My Health News Daily (14/04).

    1. Meminta perhatian
    Menangis biasanya dilakukan anak untuk meminta perhatian, barang, atau aktivitas. Mereka melakukannya untuk menyuruh orang tua, jelas Michael Potegal, seorang ahli perilaku dari University of Minnesota Medical School.

    Para pencari perhatian biasanya memulai dengan bertingkah sangat manis dan menyenangkan. kemudian ketika perhatian orang tua mereka teralihkan, mereka akan mulai rewel untuk mendapatkan perhatian lagi.

    Cara mengatasinya adalah dengan tak melakukan apa-apa. Orang tua sebaiknya tetap mengabaikan anaknya ketika mereka mulai rewel meminta perhatian, tentu saja dengan catatan bahwa pengabaian ini tak berdampak buruk pada anak. Jika orang tua terus memberikan perhatian mereka ketika anak menangis, ini membuat anak mempelajari bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan perhatian orang tua. Selanjutnya dia akan terus menangis.

    2. Menghindari perintah
    Berkebalikan dengan sebab nomor satu, anak dan balita juga suka menangis untuk menolak perintah dari orang tua mereka. Misalkan untuk tidur atau membersihkan mainannya. Jenis tangisan ini dilakukan untuk mengulur waktu agar mereka tak disuruh melakukan hal yang tidak mereka sukai. Selain itu, anak akan menangis karena merasa perintah orang tua mengganggu hak otonomi mereka.

    Jika ini terjadi, jangan abaikan anak. Mengabaikan jenis tangisan ini justru bisa berdampak buruk. Sebaiknya orang tua memberikan penjelasan yang baik pada anak untuk melakukan sesuatu sebelum dia mulai menangis. Ketika meminta anak melakukan sesuatu, orang tua juga bisa menawarkan bantuan sehingga mereka merasa tidak kesulitan dan mau melakukannya.

    3. Menjaga konsistensi
    Portegal menyarankan agar jika orang tua tak bisa menghentikan tangisan anak mereka, sebaiknya biarkan mereka menangis. Karena ketika orang tua sudah 'dikalahkan' oleh tangisan, anak-anak akan terus melakukannya sebagai bentuk konsistensi.

    Portegal membandingkan hal ini dengan cara kerja mesin game slot. Biasanya seseorang akan terus memainkan permainan tersebut meski mereka tidak mendapat keuntungan di dalamnya. Begitu juga dengan tangisan anak.

    Itulah beberapa alasan psikologis ketika anak menangis dan cara mengatasinya. Lain kali kenali dengan jelas alasan di balik tangisan anak Anda sebelum berusaha untuk menghadapinya.

    [kun]


    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


    JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Ibu Dan Anak, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Ibu Dan Anak.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup






    Komentar Anda


    Smart people share this
    Back to the top

    Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
    Most Viewed Editors' Pick Most Comments

    TRENDING ON MERDEKA.COM

    LATEST UPDATE
  • Mulai membaik, bocah TK JIS masih enggan pakai celana
  • Ini 4 nutrisi terpenting bagi ibu hamil
  • Kasus videotron, terdakwa minta anak menteri dijadikan tersangka
  • Sekda sebut Jakarta baik-baik saja walau Jokowi-Ahok tak ada
  • SBY evaluasi pileg dan program kerjanya selama 5 tahun
  • Jokowi bantah kedatangannya ke ITB terkait agenda politik
  • Pengedar sabu Medan ditangkap polisi di Pekanbaru
  • Chahida Chekkafi, wasit sepak bola berjilbab pertama di dunia
  • Tokoh Islam desak parpol Islam koalisi usung capres sendiri
  • Valeria Lukyanova pamer foto selfie tanpa makeup, mau tahu?
  • SHOW MORE