8 Kuliner asli Indonesia yang dibenci turis asing
Merdeka.com - Bagi kita makanan seperti cingur, ceker, atau sop sumsum mungkin terdengar biasa saja. Bagi banyak orang bahkan terdengar menggiurkan. Tetapi turis asing banyak yang menjauhi makanan-makanan lokal ini.
Tradisi kuliner yang berbeda membuat mereka memandang beberapa makanan khas Indonesia menjijikkan. Walaupun ada pula beberapa turis penggemar kuliner ekstrem yang tidak keberatan menjajalnya.
Berikut ini Merdeka.com meramu beberapa makanan enak yang sering dibenci wisatawan asing.
Durian

Di sini disebut buahnya para raja, tetapi tak banyak turis asing yang bersedia mencoba durian. Buah yang satu ini bahkan sering dimasukkan daftar makanan paling bau di dunia. Bagi sebagian orang, aroma buah durian yang tajam memang bisa menghilangkan selera makan. Bahkan orang Indonesia sendiri pun tak sedikit yang anti makan durian.
Ceker

Ceker setan Malang © Foursquare.com/gielicious90210
Tak hanya di Indonesia, olahan ceker juga bisa ditemui di negara-negara Asia lainnya. Tetapi makanan ini juga tak selalu bisa diterima oleh lidah dan perut turis asing, terutama yang berasal dari barat. Mereka menganggap kaki adalah bagian yang tak lumrah untuk disantap.
Jeroan

Meskipun ada beberapa kuliner tradisional Eropa yang terbuat dari jeroan domba atau babi, kebanyakan bule menganggap jeroan seperti usus, otak, babat, dan paru adalah sampah. Bagi mereka, jeroan sama sekali tak layak untuk dimakan dan lebih tepat disingkirkan ke tempat sampah.
Kikil dan cingur

Daging lunak di bagian hidung dan mulut sapi ini kerap bikin jijik turis asing, terutama saat disajikan dalam keadaan utuh. Pasalnya cingur dan kikil memiliki tekstur kenyal bak gelatin padat. Selain itu, kadang rambut halus di permukaan kikil masih belum dibersihkan dengan sempurna. (mdk/tsr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya