Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Pelajaran berharga yang bisa diambil dari kisah para pecandu oplas

5 Pelajaran berharga yang bisa diambil dari kisah para pecandu oplas Lara Flynn Boyle. © Istimewa

Merdeka.com - Mungkin kamu sudah pernah mendengar kisah orang-orang yang kecanduan operasi plastik seperti Rodrigo Alves atau mereka yang rela menjalani belasan prosedur bedah plastik demi mendapatkan wajah dan tubuh mirip selebriti. Bahkan ada yang melakukan permak wajah dan tubuh agar mirip dengan karakter kartun. Mereka semua umumnya adalah orang yang tak pernah puas terhadap penampilan. Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan gejala BDD (Body Dismorphic Disorder).

Mungkin kita tidak seperti mereka yang kecanduan oplas. Tetapi kadang kita juga rela melakukan apa saja demi mendapatkan penampilan yang lebih sempurna. Bahkan sampai menyiksa diri sendiri dengan diet berlebihan atau olahraga mati-matian demi tubuh langsing. Tentunya tak ada yang salah dengan menggapai keinginan. Tetapi kadang kita juga harus berhenti sejenak dan belajar untuk mencintai diri sendiri. Jadi marilah kita ambil pelajaran berharga dari kisah para pecandu operasi plastik.

Selamanya tak akan pernah cukup

Kadang kamu harus belajar untuk merasa puas dengan apa yang sudah kamu miliki dan mencoba untuk mencintai diri sendiri. Karena jika menuruti hasrat manusia, tak akan ada yang namanya kata cukup. Seberapa cantik pun wajahmu setelah melakukan perawatan mahal, seberapa indah tubuh yang kamu miliki setelah olahraga mati-matian, kamu masih akan tetap merasa kurang.

Kamu sudah cantik apa adanya

Mungkin terdengar seperti omong kosong, tetapi memang benar setiap orang dilahirkan cantik. Semua orang memiliki sisi keunikan dalam diri mereka. Mengganti satu bagian saja akan membuat kita kehilangan orisinalitas yang sudah dikaruniakan sejak lahir.

Jangan sampai melewatkan sosok berharga yang mencintaimu apa adanya

Dari kisah para wanita yang kecanduan operasi plastik, kadang ada seorang kekasih, sahabat, atau orangtua yang merasa prihatin, namun memutuskan untuk bertahan. Mereka mencintai para pecandu oplas ini apa adanya, saat penampilan mereka masih sederhana atau bahkan saat wajah mereka sudah tak karuan karena terlalu sering menjalani pembedahan. Sayangnya, para pecandu oplas terlalu sibuk memikirkan diri sendiri. Mereka tak sadar betapa berharganya orang-orang yang selalu berada di sisi mereka ini.

Menjalani hidup hanya demi menyenangkan orang lain adalah tindakan sia-sia

Beberapa orang menjalani operasi plastik karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain. Setidaknya, mereka ingin merasa diterima dalam lingkungan masyarakat dengan jalan memperbaiki penampilan. Pada akhirnya, orang-orang seperti ini hanya akan semakin menderita karena menghabiskan seumur hidup untuk membuat orang lain senang.

Jangan lari dari masalah, hadapilah dengan gagah

Selalu ada alasan tersendiri di balik kisah orang-orang yang merasa tak puas dengan penampilan mereka sendiri. Ada masalah atau trauma tertentu yang lantas membuat mereka melarikan diri dengan jalan mengubah penampilan. Tentu saja, cara ini tak akan pernah berhasil. Setelah penampilan kita berubah total, di dalamnya kita masih orang yang sama dengan permasalahan yang sama. Satu-satunya solusi adalah menghadapi masalah itu dan menyelesaikannya agar tak menghantui kita di masa depan.

Itulah beberapa pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari kisah miris para pecandu operasi plastik. (mdk/tsr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP