Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berjalan Kaki di Genangan Banjir

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berjalan Kaki di Genangan Banjir Ilustrasi banjir. ©Unplash/jonfordphotos

Merdeka.com - Karena berbagai alasan, ada kalanya kita harus berjalan kaki di tengah banjir. Sebenarnya ini tindakan yang cukup berisiko, bukan hanya bagi kesehatan. Keselamatan Anda pun bisa terancam.

Keselamatan adalah faktor utama yang harus diperhatikan saat berjalan di genangan banjir, apalagi jika ketinggian air cukup mengkhawatirkan. Simak deretan tips yang disarankan Australian Government Bureau of Meteorology berikut.

Pakai Alas Kaki

Walau secara otomatis Anda mungkin ingin melepas alas kaki, jangan lakukan hal itu. Pastikan memakai alas kaki yang bersahabat saat banjir. Boots berbahan plastik maupun karet jadi alternatif yang dianjurkan.

Pasal, Anda tak tahu ada apa di dasar genangan banjir. Bisa-bisa terdapat benda yang sangat mungkin membuat kaki terluka dan malah menyusahkan saat harus berjalan saat banjir. Juga, mencegah serangan Leptospirosis akibat urine hewan.

Perhatikan Ketinggian Air

Jangan coba-coba berjalan di ketinggian air yang sudah melebihi rata-rata pinggang orang dewasa. Selain dasar yang sudah pasti tak terlihat, mungkin saja ada batu, bahkan ancaman kontur tanah tak rata yang bisa membuat Anda tergelincir dan jatuh ke dalam genangan banjir.

Jangan Pergi Sendiri

Saat harus berjalan di genangan banjir, terutama di kondisi ketinggian air mengkhawatirkan, jangan sampai melakukan hal itu sendiri. Setidaknya pergilah secara berpasangan. Hindari pergi ke mana-mana sendiri dalam kondisi ini.

Informasikan Posisi pada Orang Lain

Selain jangan pergi sendiri, biasakan beri tahu kerabat maupun keluarga saat Anda harus pergi menerjang genangan banjir. Misal, keluar rumah untuk meminta pertolongan atau malah kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang berharga.

Hindari Berjalan di Trotoar

Melewati genangan banjir, sebaiknya jangan mengambil jalur trotoar, tak terkecuali bagi pejalan kaki. Pasal, kontur trotoar biasanya lebih licin dan berisiko membuat Anda tergelincir. Sebagai ganti, berjalanlah di jalan selain trotoar, tapi tetap harus di pinggir.Reporter: Asnida RianiSumber: Liputan6.com

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP