Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Kesalahan yang dibuat pemimpin hebat

3 Kesalahan yang dibuat pemimpin hebat ilustrasi pemimpin. ©2012 myselfspace.net

Merdeka.com - Pemimpin besar terkadang memiliki visi dan misi yang sangat besar dan kuat. Sehingga meski mengarah pada kemajuan pesat, tanpa sadar mereka telah menimbulkan beberapa permasalahan.

Walter Isaacson, penulis biografi Steve Jobs, melihat ini pada pemimpin Apple tersebut. Isaacson menyebutkan "distorsi realitas." Para pemimpin besar, termasuk Jobs biasanya memiliki pandangan visioner yang belum dilihat oleh anak buah atau karyawannya.

Mereka cenderung memaksa karyawan untuk membuat suatu hal yang tampaknya mustahil. Ini memang sebuah aset besar bagi para pemimpin perusahaan. Namun distorsi realita semacam ini bisa berujung pada tekanan besar pada karyawan, keadaan yang tidak konsisten, dan keputusan yang salah.

Tiga hal di bawah ini adalah kesalahan yang biasa dilakukan oleh pemimpin besar, seperti dilansir oleh Inc.com (13/11).

1. Waktu pengerjaan proyekPemimpin yang visioner seringkali berpandangan besar dan lebih mementingkan sisi strategi. Terkadang mereka meremehkan waktu pengerjaan proyek. Bagi mereka pekerjaan itu bisa dilakukan satu jam, padahal dalam kenyataannya harus satu hari. Masalahnya, pemimpin visioner semacam ini terkadang tak memperhatikan apa yang harus dikerjakan anak buahnya. Di balik terobosan yang mereka lakukan, ada ratusan karyawan yang kelelahan mewujudkan target dalam waktu yang sempit.

2. Ide orang lainPemimpin visioner yang memiliki ide-ide hebat terkadang melupakan ide dan kemampuan orang di sekitarnya. Hal ini bisa menyebabkan kehancuran bagi dirinya sendiri dan perusahaan. Terkadang ide brilian datang dari karyawan, dan tak ada salahnya menambahkan pada ide yang sudah dibuat. Pemimpin visioner juga cenderung memilah-milah ide secara ekstrem. Ide bagus, atau jelek. Padahal ada juga ide brilian yang masih membutuhkan pengembangan.

3. PemahamanDistorsi realitas yang paling besar adalah ketika pemimpin visioner mencoba menjelaskan ide mereka. Pada satu ekstrem mereka bisa menjelaskan konsep dengan sangat abstrak, mendebat diri mereka sendiri, menguji pemikiran mereka, dan terlihat sangat bersemangat. Sementara karyawannya hanya bingung dan tak mengerti rencana apa yang diinginkan pemimpin mereka.

Pada ekstrem lainnya, pemimpin bisa jadi sangat gamblang dalam memberikan instruksi. Sangat tepat, hingga terlihat seperti mendikte karyawan, tak ada tempat untuk improvisasi.

Jika Anda adalah seorang pemimpin yang visioner, coba perhatikan distorsi realitas yang Anda ciptakan di sekitar Anda. Selain itu, jangan lakukan kesalahan di atas. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP