Zawahiri: Pertikaian di antara pemberontak Suriah harus diakhiri
Merdeka.com - Pemimpin Al-Qaidah Ayman al-Zawahiri telah menyerukan agar para pejuang Islam di Suriah untuk menyelesaikan pertikaian yang mengakibatkan terbunuhnya seseorang pernah jadi pendamping Usamah Bin Ladin pada awal tahun ini.
Dalam pesan audio diunggah di dunia maya, Zawahiri berkabung atas kematian Abu Khaled al-Soury, yang terbunuh oleh kelompok sempalan Al-Qaidah dalam sebuah serangan bunuh diri pada Februari lalu, dan meratapi perselisihan telah menimpa di tanah diberkati Suriah, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (5/4), mengutip laporan Reuters.
Soury adalah salah satu tokoh penting menjadi korban pertikaian di antara kelompok pemberontak yang meningkat pada awal tahun ini, dan mengadu domba kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan pemberontak saingan, termasuk dengan pejuang garis keras lainnya.
Menurut organisasi pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, sekitar 4.000 orang tewas dalam bentrokan itu.
Namun, pertikaian justru telah menghambat pertempuran melawan pasukan Presiden Basyar al-Assad dan mendorong para kelompok pemberontak saingan untuk mengkonsolidasikan kekuasaan di daerah dikuasai.
"Hari ini perselisihan mensyaratkan semua muslim untuk melawan hal itu dan membentuk sebuah pandangan umum terhadap hal itu, dan terhadap semua pihak yang tidak menerima kemerdekaan syariah," kata Zawahiri dalam pesannya, mengacu pada hukum Islam.
Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian rekaman audio Zawahiri, yang telah diunggah dua hari lalu, tapi suara itu memang menyerupai sang pemimpin Al-Qaidah itu.
Al-Qaidah mengatakan telah memisahkan ISIS dari organisasi mereka pada Februari lalu, setelah perselisihan atas penolakan dari kelompok itu untuk membatasi perjuangan mereka di Irak dan bukan di Suriah, di mana Front Al-Nusra merupakan afiliasi Al-Qaidah.
Front Al-Nusra dan ISIS kadang-kadang terlibat bentrok sejak perselisihan di antara keduanya meletup pada Januari lalu. Tetapi mereka juga berjuang berdampingan di beberapa daerah dan Front Al-Nusra telah mencoba untuk menengahi pertikaian antara ISIS dan kelompok pemberontak saingan lainnya.
Dari rekaman audio itu, Zawahiri mengenang Soury sejak zaman perang melawan pasukan Uni Soviet di Afghanistan pada tahun 1980-an dan menyerukan pejuang Islam untuk menolak perselisihan di Suriah.
Soury lahir di Kota Aleppo, sebelah utara Suriah, pada 1963. Dia diyakini telah berjuang di Afghanistan dan Irak, dan baru-baru ini menjadi seorang komandan di kelompok pemberontak Suriah Ahrar al-Syam. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya