Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yunani gelar pemilu tentukan nasib Zona Euro

Yunani gelar pemilu tentukan nasib Zona Euro Ketua Koalisi Kiri Radikal Syriza, Alexis Tsipras, berkampanye di Ibu Kota Athena, Yunani. Bila menang pemilu, dia akan menentukan masa depan ekonomi Eropa dan dunia. (c) John Kolesidis/Reuters

Merdeka.com - Hari ini, pukul 08.00 waktu setempat, warga Yunani melaksanakan pemilihan parlemen untuk membentuk pemerintahan. Hasil pemungutan suara itu diperkirakan banyak pengamat akan mempengaruhi kondisi perekonomian zona Euro dan bahkan dunia.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Minggu (17/6), dua pihak yang bakal saling bersaing adalah Partai Demokrasi Baru dan Koalisi Syriza. Kedua kubu itu punya pandangan berbeda soal penanganan paket dana talangan dari Uni Eropa buat Yunani.

Bagi pemimpin Demokrasi Baru, Antonis Samaras, Yunani tetap harus bertahan di zona mata uang Euro. Namun, dia menggarisbawahi agar syarat pengetatan anggaran seperti diminta Uni Eropa saat memberi pinjaman USD 164 miliar dua bulan lalu bisa dilonggarkan.

Posisi tanpa kompromi ditawarkan Ketua Koalisi Kiri radikal Syriza, Alexis Tsipras. Bila partai komunis ini menang, mereka sudah berjanji tidak akan membayar bunga utang dana talangan, namun memaksa Uni Eropa mempertahankan mereka di zona mata uang Euro.

"Segala perjanjian soal dana talangan tinggal sejarah. Kita akan menyongsong zaman baru," kata Tsipras saat hari terakhir kampanye di Ibu Kota Athena, Jumat kemarin.

Pelaku pasar dan pemimpin Eropa ketar-ketir menanti hasil pemilihan umum hari ini. Masalahnya, jika kelompok kiri radikal menang, kemungkinan besar Yunani akan dikeluarkan dari zona Euro. Negara dewa-dewi ini bakal balik ke mata uang drachma yang hampir tak bernilai dan menuju kebangkrutan.

Imbasnya, negara dengan ekonomi relatif buruk seperti Italia, Portugal, dan Irlandia dikhawatirkan bakal menyusul kolaps. Kanselir Jerman Angela Merkel sudah menegaskan siapapun pemenang pemilihan umum ini harus memikirkan kepentingan Eropa. "Pemenang pemilihan umum Yunani sebaiknya ingat, mereka terikat perjanjian (membayar utang dana talangan)," kata Merkel.

Ketua Forum Menteri Keuangan Uni Eropa Jean-Claude Juncker juga merasakan ketakutan soal masa depan ekonomi dunia. "Jika kelompok radikal kiri menang, saya tidak tahu bagaimana nasib ekonomi dunia. Posisi mata uang Euro dalam bahaya," ujar dia.

Pemungutan suara hari ini merupakan ulangan dari pemilu bulan lalu. Saat itu, koalisi kiri gagal membentuk pemerintahan karena tidak ada pemenang mayoritas. Hingga kemarin, jajak pendapat menunjukkan 60 persen warga bersiap memberikan suaranya kepada Koalisi Syriza.

Tsipras menilai posisi partainya unggul karena mayoritas rakyat merasakan hal serupa. "Mereka enggan keluar dari zona Euro, tapi tidak ingin pula dana pensiun dan tunjangan kesehatan dipangkas. Masa depan Eropa adalah kemenangan rakyat atas kaum kapitalis," ujar politikus 37 tahun ini. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP