YouTube Hapus Video Presiden Brasil karena Sebarkan Misinformasi Covid-19
Merdeka.com - YouTube menyampaikan pihaknya telah menghapus sejumlah video yang diunggah Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, karena menyebarkan misinformasi soal virus corona.
Perusahaan teknologi raksasa ini menyatakan keputusannya bukan berdasarkan ideologi atau politik, tapi kebijakan konten mereka.
Sejak awal pandemi, Presiden Bolsonaro menentang lockdown, masker, dan vaksinasi.
Dikutip dari BBC, Kamis (22/7), kantornya belum mengomentari keputusan YouTube ini, yang diterapkan pada 15 video.
Saluran YouTube Presiden Bolsonaro menampilkan pidato nasional mingguannya, dan percakapan dengan para menteri terkait sejumlah isu, beberapa dari video tersebut disiarkan secara langsung (live streaming).
Menurut kantor berita O Globo, salah satu video menunjukkan mantan Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello, membandingkan virus corona dengan AIDS.
Dalam video tayangan CNN, seorang dokter Brasil merekomendasikan obat malaria hydroxychloroquine dan ivermectin untuk mengobati Covid-19. Sejauh ini, efektivitas obat-obat ini untuk mengobati virus corona belum terbukti.
YouTube mengatakan tidak mengizinkan konten di platformnya yang mempromosikan salah satu zat sebagai pengobatan yang efektif. Aturan YouTube juga melarang video yang menyatakan masker tidak membantu mencegah penyebaran virus.
Ini bukan pertama kalinya platform digital besar menghapus video Presiden Bolsonaro. Tahun lalu Twitter dan Facebook menghapus video Bolsonaro yang mengecam langkah-langkah penerapan jarak sosial, dan mengklaim jumlah kasus yang tinggi akan membuat Brasil kebal terhadap Covid.
Selama pandemi, Brasil telah bergulat dengan salah satu wabah virus corona terbesar dan paling mematikan di dunia, dan Bolsonaro menghadapi kritik yang meningkat atas penanganannya terhadap krisis ini.
Pada April, kongres Brasil meluncurkan penyelidikan resmi atas tanggapan pemerintah Bolsonaro terhadap pandemi.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya