Yoon Suk Yeol Terpilih Jadi Presiden Baru Korea Selatan
Merdeka.com - Seorang mantan jaksa ternama konservatif, Yoon Suk Yeol, terpilih menjadi presiden baru Korea Selatan, mengalahkan lawan utamanya dari kelompok liberal.
Saat penghitungan suara mencapai lebih dari 98 persen, Yoon mengantongi 48,6 persen suara, sementara pesaingnya, Lee Jae Myung mendapatkan 47,8 persen suara.
Yoon menyampaikan pada Kamis, dia akan menghormati konstitusi dan parlemen, serta bekerja dengan partai oposisi ketika dia mulai menjabat sebagai pemimpin selanjutnya negara itu. Dia juga menyebut hasil pemilu sebuah "kemenangan rakyat yang besar".
"Kompetisi kita berakhir sekarang," ujarnya dalam pidato kemenangannya, berterima kasih dan menghibur Lee dan saingan lainnya.
"Kita harus bergandengan tangan dan bersatu untuk rakyat dan negara," lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (11/3).
Dalam acara kemenangan bersama pendukungnya, Yoon mengatakan dia akan menjadikan "persatuan nasional" sebagai prioritas utama dan menambahkan semua rakyat harus diperlakukan sama terlepas dari perbedaan regional, politik, dan sosial ekonomi.
"Saya akan memberi perhatian pada mata pencaharian rakyat, menyediakan layanan kesejahteraan yang hangat bagi yang membutuhkan, dan berusaha sekuat tenaga sehingga negara kita berfungsi sebagai anggota komunitas internasional dan dunia bebas yang bangga dan bertanggung jawab," jelasnya.
Yoon akan mulai menjabat pada Mei dan menjalani masa jabatan lima tahun sebagai pemimpin ekonomi terbesar ke-10 di dunia.
Sementara itu, Lee, mantan Gubernur Provinsi Gyeonggi mengakui kekalahannya di markas bekas partainya.
"Saya telah melakukan yang terbaik tapi tidak bisa sesuai harapan," ujarnya.
"Saya menyampaikan selamat kepada kandidat Yoon Suk Yeol. Saya dengan tulus meminta presiden terpilih untuk mengatasi perpecahan dan konflik dan membuka era baru persatuan dan harmoni."
Yoon berasal dari Partai Kekuatan Rakyat yang merupakan oposisi dan Lee dari Partai Demokratik yang berkuasa. Selama berbulan-bulan, mereka saling serang dalam kampanye politik paling sengit di negara tersebut, memperparah perpecahan domestik yang sudah parah di negara itu.
Konstitusi Korea Selatan membatasi masa jabatan presiden hanya satu periode dalam jangka waktu lima tahun. Karena itulah rekan partai Lee, Presiden Moon Jae In tidak bisa ikut pemilihan. Moon berkuasa pada 2017 setelah Presiden Park Geun Hye dari konservatif dimakzulkan dan disingkirkan dari jabatannya karena skandal korupsi.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya