Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

WHO: Omicron Tetap Berbahaya Bagi yang Belum Divaksin

WHO: Omicron Tetap Berbahaya Bagi yang Belum Divaksin Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ©2020 AFP PHOTO/CHRISTOPHER BLACK/WORLD HEALTH ORGANIZATION

Merdeka.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) kemarin memperingatkan varian Omicron tetap berbahaya bagi mereka yang belum divaksin.

WHO menuturkan lonjakan kasus Covid global belakangan ini terjadi karena varian Omicron yang lebih mudah menyebar ketimbang varian Delta sebelumnya.

Laman the Guardian melaporkan, Kamis (13/1), lebih dari 15 juta kasus dilaporkan kepada WHO pekan lalu dan jutaan kasus lagi diperkirakan tidak tercatat.

"Meski Omicron tidak lebih parah dari Delta tapi virus ini masih berbahaya--terutama bagi yang belum divaksin," kata Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyes dalam jumpa pers.

"Kita tidak boleh biarkan virus ini menyebar bebas, apalagi masih banyak di dunia yang belum divaksin. Mayoritas mereka yang dirawat di rumah sakit saat ini adalah mereka yang belum divaksin."

Meski vaksin masih sangat efektif dalam mencegah kematian dan sakit parah akibat Covid-19, tapi vaksin tidak sepenuhnya bisa mencegah penularan, kata Tedros.

"Semakin menular artinya semakin banyak yang dirawat inap, makin banyak kematian, makin banyak orang tidak bisa bekerja, termasuk guru, tenaga kesehatan dan ini menimbulkan risiko munculnya varian lain yang lebih mudah menular dan mematikan ketimbang Omicron."

Tedros menuturkan jumlah kematian di seluruh dunia masih stabil di angka 50.00 per pekan.

"Belajar hidup bersama dengan virus ini bukan berarti kita bisa menerima angka kematian ini," kata dia.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP