Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Waspada, pencurian tas kabin pesawat marak di rute-rute Asia

Waspada, pencurian tas kabin pesawat marak di rute-rute Asia Ilustrasi kabin pesawat. ©2014 PA

Merdeka.com - Penangkapan warga negara China berinisial GZ kemarin (22/9) di Bandara Soekarno-Hatta, setelah terpergok mencuri tas penumpang Qatar Airlines rute Doha-Jakarta, rupanya bukan kasus unik. Pencurian barang berharga milik penumpang pesawat sedang marak di beberapa rute penerbangan Asia, khususnya dari dan menuju Hong Kong.

Surat kabar South China Morning Post bulan lalu telah merilis laporan mengejutkan, modus mencuri tas sesama penumpang meningkat dalam lima tahun terakhir.

Tahun ini saja, di rute-rute dari dan menuju Hong Kong, kejahatan di udara terjadi 45 kali. Pada 2014, ada 48 kasus pencurian barang berharga milik penumpang.

Nilai kerugian akibat aksi maling udara itu sepanjang Januari hingga Agustus lalu ditaksir mencapai 3 juta Dolar Hong Kong (setara Rp 5,6 miliar). Barang-barang yang jadi incaran pencuri pesawat adalah perhiasan, telepon pintar, laptop, serta uang tunai dalam valuta asing.

data maling pesawat

Otoritas Bandar Udara Internasional Hong Kong menduga kejahatan di udara ini masih dilakukan perseorangan. Kendati marak, tapi pelakunya terlalu acak.

"Dari beberapa kali penangkapan yang kami lakukan belum ada indikasi kejahatan pencurian ini digalang oleh sindikat tertentu," kata salah satu pejabat Kepolisian Bandara Hong Kong.

Salah satu kasus yang paling mengejutkan terjadi pada Juli lalu. Pengusaha China terbang ke Hong Kong setelah melawat ke Dhaka, Bangladesh. Setibanya di Hong Kong, uang senilai 10 ribu Dolar Hong Kong miliknya raib. Duit itu padahal ditaruh di tas yang dia letakkan di bagasi kabin.

"Pencurian tas di kabin itu adalah modus paling sering terjadi. Kami imbau barang berharga penumpang tidak diletakkan begitu saja di atas kabin," imbau polisi Hong Kong.

Cathay Pacific, Dragonair, maupun Hong Kong Airlines pernah melaporkan pencurian di atas pesawat selama tiga tahun terakhir.

Koran Singapura, the Strait Times, turut mencatat peningkatan kasus pencurian benda berharga di atas pesawat. Rata-rata pelakunya berasal dari (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP