Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga gelar unjuk rasa tuntut pemilu segera digelar di Thailand

Warga gelar unjuk rasa tuntut pemilu segera digelar di Thailand Pengunjuk rasa memegang atribut berwajah PM Prayut dengan hidung Pinokio. LILLIAN SUWANRUMPHA/AFP/Getty Images

Merdeka.com - Puluhan polisi Thailand berjaga di sebuah universitas di Bangkok, jelang demonstrasi menuntut dilakukannya pemilu sejak kudeta yang menggulingkan pemerintah terpilih Yingluck Shinawatra pada 22 Mei 2014.

Sebanyak 200 pemrotes telah berkemah sejak semalam di Universitas Thammasat. Mereka bersiap untuk melakukan protes di kompleks gedung pemerintahan. Ini merupakan serangkaian aksi protes terhadap pemerintah Thailand yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir untuk mengakhiri intimidasi pemerintahan militer.

Perdana Menteri Tahiland, Prayut Chan-O-Cha, yang juga merupakan panglima militer yang memecat pemerintahan Yingluck dari kekuasaan, telah mengusulkan pemilihan akan diadakan pada Februari 2019.

Sebagai respons ketidakpuasan publik atas penundaan pemilu yang terjadi beberapa kali. Pelarangan pertemuan oleh militer telah dilakukan untuk meredam gejolak.

"Kami menginginkan pemilihan umum. Tidak ada jaminan bahwa pemilu akan digelar pada bulan Februari," kata Anuthee Dejthevaporn (30), dikutip dari Business Times, Selasa (22/5).

"Jika mereka memutuskan untuk menggunakan kekerasan terhadap kami, tidak ada yang bisa kami lakukan," katanya, mengacu pada sejarah penindasan kekerasan di Bangkok terhadap politik jalanan.

Para pengunjuk rasa terlihat membawa kartun berwajah Prayut dengan hidung Pinokio, sebagai gambaran janji-janji palsu.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP