Warga Chili diwarnai kepanikan usai gempa, 2 dilaporkan tewas
Merdeka.com - Pemerintah Chili mengungkapkan dua warganya tewas saat gempa bumi berkekuatan 8.3 Skala Richter (SR) mengguncang negara tersebut. Satu dari dua korban dilaporkan tewas akibat terkena runtuhan tembok saat gempa berlangsung. Kejadian ini juga melukai 10 orang lainnya saat kepanikan melanda ibu kota Chili, Santiago.
Tak lama usai gempa, pemerintah Chili juga mengumumkan bahaya Tsunami di sepanjang garis pantai negerinya. Kondisi itu membuat sejumlah warga yang tinggal di sekitar pantai diminta meninggalkan rumah mereka, sekaligus memerintahkan evakuasi besar-besaran.
Gempa besar tersebut membuat sejumlah warga yang sedang beristirahat di dalam rumah maupun gedung-gedung perkantoran panik. Mereka menuju lokasi terbuka agar terhindar dari bahaya dinding yang roboh maupun benda-benda berbahaya lainnya.
"Semua orang berlari dari semua arah," ungkap warga setempat, Pablo Cifuentes seperti dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (17/9).
Pusat Peringatan Tsunami Kawasan Pasifik yang berbasis di Hawaii menyebutkan, tsunami diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 4,5 meter. Selain Chili, gelombang tsunami dilaporkan bakal mencapai Pulau Hawaii, Amerika Serikat sekitar tujuh jam setelah gempa berlangsung. Diperkirakan, gelombang tersebut bakal mencapai lepas pantai Jepang dan Selandia Baru.
Sebelumnya, Survei Geoligi AS melaporkan kekuatan gempa mencapai 7,9 SR, namun angka itu direvisi menjadi 8,3 SR. Gempa berlangsung sekitar pukul 19.54 waktu setempat atau 05.54 WIB. Gempa tersebut terjadi dalam jarak 227 km sebelah Barat Laut Santiago. Gempa berada pada kedalaman delapan kilometer dari permukaan laut.
Kekuatan gempa yang ditimbulkannya diperkirakan akan menimbulkan gelombang tsunami. Gelombang ini diperkirakan bakal mencapai garis pantai Chili pada pukul 23.00 waktu setempat atau pukul 09.00 WIB.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya