Wapres Maladewa ditangkap, jadi dalang pemboman presiden
Merdeka.com - Kepolisian Maladewa hari ini, Sabtu (24/10), menangkap Wakil Presiden Ahmed Adeeb. Dia disebut otak upaya pembunuhan Presiden Abdulla Yameen bulan lalu.
"Wakil Presiden dijemput polisi saat berada di bandara. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah Maladewa" cuit Menteri Dalam NegeriUmar Naseerlewat akun Twitternya, seperti diberitakan Kantor Berita AFP, Sabtu (24/10).
Diketahui, Wakil Presiden Adeeb kini ditahan di Penjara Dhoonidhoo.
Selain tuduhan otak pelaku pembunuhan, Wapres Adeeb juga terkena pasal pengkhianatan terhadap negara.
Kapal yang ditumpangi Presiden Yameen meledak pada 28 September lalu selepas pulang berhaji. Ibu Negara Fathimath Ibrahim cedera ringan. Dua penumpang lainnya, yakni ajudan presiden serta staf pengamanan, ikut terluka.
Presiden Yameen menggunakan speedboat khusus menuju ke kantornya di ibu kota Male yang berada di pulau utama. Ketika kapal sudah mendekat dermaga, mendadak terdengar ledakan dari sisi bawah.
Awalnya, pelaku peledakan itu diduga adalah rival utama Yameen, yakni Bekas Presiden Mohamed Nasheed yang kalah dalam pemilu 2013. Maladewa adalah negara kepulauan di tengah Samudera Hindia. Insiden ini mencoreng citra Maladewa sebagai surga pariwisata.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya