Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wanita keturunan Indonesia diusir suami, mengembara di gunung Chech

Wanita keturunan Indonesia diusir suami, mengembara di gunung Chech Devi Asmadiredja. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kisah hidup Devi Asmadiredja bikin trenyuh sekaligus luar biasa. Dia adalah wanita warga negara Jerman, keturunan Indonesia yang kini menggelandang di pegunungan.

Sampai 2011, hidupnya baik-baik saja. Punya tiga anak, suami yang mencukupi semua kebutuhan, dan kehidupan nyaman di wilayah timur Jerman. Mendadak, sang suami mengaku tidak mencintai Devi lagi.

Alasannya mengada-ada, Devi tidak bisa berbahasa Cechnya, bahasa tutur orang tua si suami. Wanita 45 tahun itu lantas dikirim ke pegunungan wilayah Pankisi, Georgia, perbatasan Rusia. Jaraknya 3.000 kilometer dari Jerman, seperti dilansir Breitbat.com, Rabu (28/1).

Tidak mau rumah tangganya hancur, dan terutama enggan dipisahkan dari putra-putrinya, Devi menuruti kemauan sang suami. Ibu rumah tangga ini hanya dibekali tiket pergi dan uang secukupnya untuk membeli makanan selama 'belajar' bahasa.

Dia rela menempuh perjalanan jauh dan mengasingkan diri di pegunungan demi belajar bahasa Chechnya langsung dari para penuturnya di Pankisi. Tanpa ada kenalan orang lokal, dia nekat naik bus dari Ibu Kota Tiblisi ke provinsi selatan, karena di sanalah lokasi mayoritas etnis Chechnya.

"Berat meninggalkan anak-anak, saya tidak pernah melewatkan malam tanpa mereka. Tapi saya ingin menguasai bahasa Chechnya sehingga suami bisa menerima saya kembali," kata Devi.

Kehidupan di pegunungan yang penduduknya mayoritas muslim itu berat bagi Devi. Warga Chechnya setempat mengira dia mata-mata Rusia. Cukup banyak milisi pemberontak berasal dari daerah tersebut. Bahkan Petinggi ISIS bernama Abu Umar al-Shishani konon besar di Pankisi.

Tapi Devi tidak menyerah. Dia berhasil (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP