Wanita ini jadi jurnalis perempuan pertama dibunuh ISIS
Merdeka.com - Seorang wartawati asal Suriah harus bernasib nahas ketika hidupnya berakhir di tangan Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Dia adalah wanita pewarta pertama yang dieksekusi kelompok militan.
Adalah Ruqia Hassan, dalam liputan terakhir yang ditulis di Facebooknya, dia mengkritik pelarangan jaringan internet berikut Wifi hotspot di kota Raqqa, Suriah. Dalam komentarnya Hassan menulis 'Biar saja putus Internet, merpati pembawa pesan pun tak akan memprotesnya'.
Info kematian jurnalis pemberani ini didapat langsung pihak keluarga dari kelompok militan. Mereka mengatakan Hassan telah dieksekusi di Raqqa saat tengah menjadi mata-mata.
"Saya ada di Raqqa dan saya mendapat ancaman kematian, dan ketika ISIS menahan dan membunuh saya itu tidak masalah, karena mereka akan memenggal kepala saya dan saya memiliki kehormatan yang jauh lebih baik dibandingkan hidup dalam penghinaan ISIS," tulis Hassan di akun media sosialnya seperti diungkap Abu Muhammad, pembela hak asasi Pendiri Kelompok Raqqa Dibantai dalam Senyap (RBSS), seperti dikutip Mirror, Rabu (6/1).
Diketahui tulisan terakhir wartawati ini diterbitkan media lokal Nisan Ibrahim pada 21 Juli 2015. Hassan terkenal dengan liputannya soal demonstrasi menuntut revolusi dan serangan udara di Raqqa, ucap Furat al-Wafaa, seorang mantan anggota RBSS.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya