Walau ada tekanan Washington, Australia tak akan pindahkan kedubesnya ke Yerusalem
Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengatakan, Australia tidak akan memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Meskipun tekanan datang dari Washington.
Partai Liberal yang pernah dipimpin Bishop, baru-baru ini mengeluarkan resolusi yang tidak mengikat untuk menghentikan pengiriman bantuan kepada Otoritas Palestina 'sampai ia mengakhiri dana Martirnya'. Dana tersebut, yang dioperasikan oleh Otoritas Palestina, adalah uang tunai bulanan yang diberikan kepada keluarga Palestina yang terbunuh, terluka atau dipenjarakan oleh pasukan Israel.
"Meskipun saya memahami sentimen resolusi ini, Pemerintah Australia tidak akan memindahkan kedutaan kami ke Yerusalem," kata Bishop, dikutip dari laman Sputnik, Senin (18/6).
"Yerusalem adalah status akhir dan kami telah mempertahankan posisi itu selama beberapa dekade dan kami melakukan semua yang dapat kita lakukan untuk memastikan bahwa setiap dukungan yang kami berikan kepada Otoritas Palestina hanya digunakan untuk tujuan yang kita tentukan," tambahnya.
Bishop juga menyatakan bahwa USD 43 juta yang akan diberikan Australia kepada Otorita Palestina selama tahun anggaran berikutnya, hanya akan digunakan untuk biaya kemanusiaan.
"Pendanaan kami kepada Otoritas Palestina tunduk pada nota kesepahaman, mendefinisikan tepatnya bagaimana digunakan dan tunduk pada audit yang sangat dekat untuk memastikan bahwa tidak ada dana dialihkan ke yang disebut dana Martir," katanya.
AS dan Australia adalah satu-satunya, dari dua negara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang menentang resolusi penyelidikan internasional terhadap penggunaan senjata oleh militer Israel kepada warga Palestina yang tak bersenjata di Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Gaza bulan lalu.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya