Wakil perdana menteri Rusia sebut Madonna pelacur
Merdeka.com - Diva pop dunia Madonna mendapat kecaman dari Rusia. Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin menyebut dia pelacur.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (10/8), tangan kanan Presiden Vladimir Putin itu menghina Madonna melalui akun Twitternya. "Di usia sekarang, dia seharusnya bisa mengajari tiap orang tentang moralitas," tulis Rogozyn. Dia juga meminta Madonna mencopot kalung salib yang dia pakai dan disimpan dalam sepatu.
Madonna dikecam lantaran mencampuri kebijakan politik Rusia. Dalam konser semalam di Kota Saint Petersburg, Rusia, penyanyi 53 tahun ini mendukung gerakan homoseksual di Negeri Beruang Merah itu. Secara mengejutkan, dia juga mendesak Kremlin segera membebaskan band punk perempuan Pussy Riot.
Kelompok musik diawaki kaum hawa ini tengah menghadapi tuntutan penjara 20 tahun karena berkampanye anti-Putin dalam sebuah katedral di Ibu Kota Moskow dua pekan lalu.
Saat konser, di punggung Madonna terdapat tulisan Pussy Riot. Lalu dia menyanyikan lagu Like A Virgin dengan aransemen punk. "Bila terbukti mengkampanyekan perilaku homoseksual, dia menghadapi hukuman karena melanggar undang-undang berlaku di sini," kata seorang pejabat Saint Petersburg. Dia terancam dipenjara dan didenda.
Rusia sejak awal tahun ini memberlakukan undang-undang menghukum pelaku dan pegiat hubungan sesama jenis. Pawai gay, lesbian, transgender, dan biseksual menjadi ilegal di negara itu. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya