Wabah ulat beracun gegerkan Jerman
Merdeka.com - Penduduk Jerman digegerkan wabah ulat beracun yang bermigrasi dari hutan ke kota. Mereka membangun sarang di kebun, taman, dan jalanan. 10 dari 16 negara bagian Jerman sedang berjuang melawan ledakan populasi ulat pohon, seperti yang dilansir di thelocal.de.
Berliner Morgenpost melaporkan, otoritas kesehatan lokal telah mencatat perkembangan jenis serangga beracun di hutan Berlin dan Brandenburg. Pemerintah setempat kini berjuang untuk melindungi masyarakat dari wabah tersebut.
Pada fase ketiga perkembangan larva, ulat pohon ek menumbuhkan bulu yang mengandung protein racun. Layaknya ulat bulu di Indonesia, ketika tersentuh, mereka akan menegakkan bulu mereka dan menyengat manusia. Bulu-bulu ulat yang terbawa angin juga dapat menyebabkan masalah pernapasan, serangan asma, pingsan, dan demam tinggi.
Meskipun pembasmian sarang telah digalakkan, ulat selalu membangun sarang dengan sangat cepat. Proses pembasmian wabah ulat menelan biaya hingga 1.000 euro per sarang.
"Banyak sarang muncul dalam semalam," kata Julia Milhahn, 36, yang tinggal di tepi hutan Grunewald di Berlin. Setiap tahun sarang ulat selalu muncul di kebun belakang rumahnya, tetapi sekarang jumlahnya meningkat dari empat sarang pada tahun 2007 menjadi 21 sarang pada tahun 2011.
Selain Brandenburg, negara bagian Bayern, Baden-Württemberg, Hessen, Rheinland-Pfalz, Nordrhein-Westfalen, Niedersachsen, Sachsen-Anhalt dan Mecklenburg-Vorpommern juga terkena wabah hama beracun.
Pada awal musim ulat di bulan Mei, Julius Kühn Institute (JKI), pusat penelitian tanaman, mengeluarkan peringatan nasional. Siapapun yang melihat jaring putih atau menderita gejala akibat ulat harus segera melaporkannya dan minta nasihat medis.
Kasus serupa juga pernah dialami oleh masyarakat Indonesia. Wabah tomcat dan ulat sempat menyita perhatian khalayak ramai dan media nusantara. (mdk/des)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya