Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Voting warga Murray tentukan nasib kumis walikota

Voting warga Murray tentukan nasib kumis walikota Walikota Murray Dan Snarr. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Walikota Murray mengadakan pemungutan suara untuk menentukan nasib kumisnya yang berukuran 18 inci. Tepat pada perayaan Fourth of July (Hari kemerdekaan Amerika).

Warga Salt Lake City diminta untuk memberi tanda thumbs-up atau thumbs-down saat parade tahunan hari Rabu kemarin. Dikutip dari Associated Press, (05/07), istri walikota Murray, April, mengatakan bahwa ia bosan tertusuk kumis suaminya, Dan Snarr. Dengan lantang, ia pun berkampanye untuk menggunduli kumis walikota. Demi mengumpulkan dukungan, April rela membawa sebuah gunting kayu besar selama parade.

"Saya mencoba menciumnya, tetapi tak pernah bisa. Itu selalu menusuk mata saya," tandas April.

Tak mau kalah, Dan Snarr juga membawa spanduk besar bertuliskan "I Want You to Save My Stache" atau "Aku ingin kamu menyelamatkan kumisku".

Pria berusia 62 tahun itu berkata: "Itu identitas saya dan saya tidak bisa memotongnya."

Keluarga Snarr harus melihat rekaman parade sepanjang rute 2 ½ mil itu untuk menentukan jumlah voting. Dari situlah nasib kumis Snarr ditentukan. Dipotong atau tidak?

Snarr membutuhkan waktu sekitar 3 bulan dan menghabiskan produk penumbuh rambut senilai USD 100 atau Rp 940 ribu untuk kumisnya. Bahkan, pria yang menjabat walikota Murray selama hampir 15 tahun ini menghabiskan 10 menit setiap pagi untuk merawat kumisnya.

"Kemana pun saya pergi, semua orang ingin foto bersama kumis saya," katanya.

Keinginan untuk mencukur kumis Snarr rupanya didukung oleh tokoh masyarakat Murray. Pengakuan ini datang dari asisten administrasi walikota, Rondi Knowlton. Ia berkata: "Banyak anak muda yang berpikir itu keren. Namun, sebagian besar orang dewasa dan tokoh masyarakat akan senang melihatnya dicukur."

Keputusan ada di tangan warga Murray. Jika banyak warga yang mengacungkan jempolnya ke atas, maka kumis Snarr akan selamat. Sebaliknya, jika banyak warga mengacungkan jempol ke bawah, itu berarti tamatlah riwayat kumisnya. (mdk/des)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP