Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Vladimir Putin Umumkan Dirinya Telah Divaksinasi Menggunakan Vaksin Covid Sputnik V

Vladimir Putin Umumkan Dirinya Telah Divaksinasi Menggunakan Vaksin Covid Sputnik V Keakraban Putin dan Joe Biden bertemu di Swiss. ©REUTERS/Denis Balibouse/Pool

Merdeka.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyampaikan kepada warganya pada Rabu, dia telah disuntik menggunakan vaksin virus corona buatan dalam negeri Sputnik V, ketika para pejabat berusaha mendorong warga agar mau divaksinasi di tengah gelombang baru infeksi Covid-19.

Sebelumnya Kremlin menyampaikan Putin (68), telah menerima dua dosis vaksin pada Maret dan April, tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut dan tidak merilis foto saat Putin disuntik.

Kurangnya publikasi disorot bulan ini ketika para pejabat mengeluhkan rendahnya tingkat vaksinasi padahal vaksin telah tersedia. Para pejabat pun berusaha membujuk dan memaksa orang-orang untuk divaksinasi.

Putin ditanyai terkait vaksin apa yang diberikan kepadanya dalam acara televisi tahunan dalam sesi tanya jawab.

Dia mengatakan, dia diminta untuk tidak mengungkap nama vaksin agar tidak memberikan keunggulan kompetitif pada produk tersebut, tetapi selanjutnya mengatakan vaksin itu adalah Sputnik V, salah satu dari empat vaksin Rusia. Moskow belum menyetujui vaksin buatan luar negeri.

“Saya pikir saya perlu dilindungi selama mungkin. Jadi saya memilih divaksinasi dengan Sputnik V. Militer divaksinasi dengan Sputnik V, dan lagipula saya komandan tertinggi,” jelasnya, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (1/7).

“Setelah suntikan pertama, saya tidak merasakan apapun sama sekali. Sekitar empat jam kemudian, ada semacam nyeri di tempat saya disuntik. Saya mendapat suntikan kedua pada siang hari. Pada tengah malam, saya mengukur suhu saya. Saat itu 37,2 (Celcius). Saya tidur, bangun dan suhu saya 36,6. Itu saja,” lanjutnya.

“Saya tidak mendukung kewajiban vaksinasi, dan saya terus memegang sudut pandang ini.”

Kremlin mengatakan, pekan ini Rusia akan gagal mencapai targetnya memvaksinasi 60 persen orang Rusia pada musim gugur karena penyerapannya sangat rendah.

Rusia melaporkan 669 kematian terkait virus corona secara nasional pada Rabu, total kasus harian tertinggi sejak pandemi dimulai. Rusia juga mengonfirmasi 21.042 kasus baru dalam 24 jam sebelumnya, termasuk 5.823 di Moskow.

Para pejabat menyalahkan lonjakan kasus pada varian Delta.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP