Vladimir Putin Minta Pasukan Ukraina Menyerah, Syarat Akhiri Gempuran di Mariupol
Merdeka.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan gempuran pasukannya di kota Mariupol, Ukraina yang terkepung hanya akan berakhir ketika pasukan Ukraina menyerah.
Komentar itu dilontarkan Putin saat berbicara melalui telepon selama satu jam dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada Selasa malam, seperti disampaikan Kremlin dalam sebuah pernyataan.
Namun pejabat Prancis mengatakan pemimpin Rusia itu setuju untuk mempertimbangkan rencana evakuasi warga sipil dari kota itu.
Rusia mengajukan gencatan senjata sehari pada Kamis.
Dikutip dari BBC, Kamis (31/3), Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan gencatan senjata akan mulai pada pukul 10.00 waktu setempat dan akan mengizinkan warga pergi ke barat menuju Zaporizhzhia melalui pelabuhan Berdyansk yang dikuasai Rusia.
Kementerian ini juga mengatakan, pihaknya ingin Palang Merah dan badan pengungsi PBB ikut terlibat dalam evakuasi tersebut, dan mengatakan pihaknya sedang menunggu tanggapan Ukraina atas usulan tersebut.
Upaya gencatan senjata di Mariupol sebelumnya gagal. Rusia dituduh merelokasi paksa ribuan warga sipil ke Rusia atau wilayah yang dikuasai Rusia.
Pengumuman ini muncul ketika foto-foto satelit baru menunjukkan kehancuran yang disebabkan gempuran Rusia.
Foto yang dirilis perusahaan observasi Bumi, Maxar, menunjukkan kawasan permukiman penduduk rata dengan tanah dan menyoroti meriam artileri Rusia dalam posisi menembak di pinggiran kota.
Istana Kepresidenan Prancis menyebut situasi di Mariupol itu "malapetaka" dan mengatakan "populasi masyarakat sipil harus dilindungi dan harus meninggalkan kota itu jika mereka mau. Mereka harus memiliki akses bantuan makanan, air, dan obat-obatan yang mereka perlukan."
Prancis bersama Turki, Yunani, dan beberapa kelompok kemanusiaan, menunjukkan kepada Putin rencana untuk mengevakuasi kota tersebut. Pejabat mengatakan Putin menyampaikan kepada Macron dia akan memikirkan usulan tersebut.
Namun dalam peryataan terkait pembicaraan telepon tersebut, Kremlin mensinyalir Putin tidak memberikan jaminan.
Pejabat Rusia menyampaikan, Putin mengatakan kepada Macron bahwa "untuk mengatasi situasi kemanusiaan yang sulit di kota itu, milisi nasionalis Ukraina harus berhenti melawan dan meletakkan senjata mereka".
Pernyataan itu menambahkan, Putin memberikan Macron "informasi rinci terkait langkah-langkah yang diambil militer Rusia untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat dan memastikan evakuasi yang aman" warga sipil dari Mariupol.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya