Penampakan Jembatan Kiev yang Dibom Ukraina Demi Cegah Tank Rusia
Merdeka.com - Militer Ukraina menghancurkan jembatan di sisi utara ibu kota Kiev, Jumat (25/2). Hal ini dilakukan untuk mencegah invasi militer Ukraina masuk ke ibu kota.
Seorang koresponden The Associated Press melaporkan langsung kondisi terkini jembatan tersebut. Tampak jembatan tersebut hancur. Bahkan sejumlah orang kesulitan untuk menyeberang.
"Saya di Utara Kyiv di mana Rusia terus mengebom lingkungan. Ini adalah jembatan yang diledakkan Ukraina hari ini untuk mencegah tank Rusia," kata Francesca Ebel, dikutip merdeka.com.
I’m in the north of #Kyiv where Russia is continuing to bomb the neighborhoods. This is the bridge that Ukraine blew up today to prevent the advance of Russian tanks. You can see ppl fleeing the city on foot scrambling over the ruins; I watched as a man dragged over his bicycle. pic.twitter.com/QVoxht2LDs
— Francesca Ebel (@FrancescaEbel) February 25, 2022Reuters melaporkan, kendaraan militer Ukraina mulai memasuki wilayah ibu kota Kyiv. Mereka dikerahkan untuk mempertahankan ibukota. Sebab, militer Rusia sudah mulai mendekat, Jumat (25/2). Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, mengatakan, wilayahnya masuk ke dalam fase denfensi.
"Kota ini telah memasuki fase defensif. Tembakan dan ledakan terdengar di beberapa lingkungan penyabot telah memasuki Kyiv. Musuh ingin membuat ibu kota bertekuk lutut dan menghancurkan kita," katanya.
Di sisi lain, Rusia mengatakan telah merebut bandara Hostomel. Bandara ini menjadi akses satu-satunya bantuan negara barat untuk Ukraina, kantor berita Interfax melaporkan.
Juru bicara kementerian pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan, lebih dari 200 orang dari unit khusus Ukraina telah tewas.
Namun klaim Rusia belum bisa diverifikasi secara independen.
Sebelumnya, pasukan Rusia terus menggempur pertahanan Ukraina. Militer Rusia hendak mengusai pusat kota Ukraina di Kiev.
Teranyar, Jumat (25/2), Walikota Kiev menyatakan bahwa wilayahnya telah masuk ke dalam fase bertahan.
Laporan reuters menyatakan sang walikota telah menyatakan, kota saat ini tengah bertahan dari gempuran pasukan Rusia.
BREAKING-- Kyiv mayor says the city has entered a defensive phase as Russian forces advance
— Phil Stewart (@phildstewart) February 25, 2022Sebelumnya, hingga Jumat pagi waktu setempat, ledakan keras yang mengguncang ibu kota Ukraina. Dua kali sirene serangan udara terdengar.
Seorang pejabat tinggi Pentagon mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa pasukan Rusia telah maju hingga hanya 20 mil di luar Kyiv.
Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley memberi tahu anggota parlemen tentang pasukan Rusia yang kian dekat dengan ibu kota Ukraina, menurut sebuah sumber di telepon. Dikutip dari NBCnews.com, Jumat (25/2) siang.
Menteri Pertahanan Lloyd Austin menggambarkan fase operasi militer Rusia saat ini sebagai ujung tombak. Mencatat bahwa sebagian besar pasukan Rusia belum berada di Ukraina, kata satu orang di ujung telepon dan seorang pejabat senior pertahanan.
Penilaian mereka datang setelah Rusia menyerang kota-kota utama di seluruh Ukraina, yang menyebabkan ratusan korban dan memicu peringatan dari presiden Ukraina bahwa musuh telah memasuki Kyiv.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, setidaknya 137 orang telah tewas dan 316 terluka selama invasi. Dalam pidato video, dia kemudian mengatakan memperingatkan penyabot memasuki ibukota.
"Kami juga memiliki informasi bahwa kelompok sabotase musuh telah memasuki Kyiv. Musuh menandai saya sebagai target nomor satu,” kata Zelenskyy.
"Mereka ingin menghancurkan Ukraina secara politik dengan menghancurkan kepala negara," katanya.
Sebuah gedung apartemen di Kyiv dihantam puing-puing setelah sebuah pesawat ditembak jatuh, menurut pejabat Ukraina dan layanan darurat negara itu.
Ledakan dan penembakan pertama kali terdengar di kota-kota besar di Ukraina sekitar pukul 5 pagi waktu setempat Kamis.
Hal itu terjadi setelah beberapa menit Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato di TV yang mengatakan bahwa dia mengizinkan serangan militer.
Dia memperingatkan jika negara lain ikut campur, maka Rusia tidak tinggal diam. “Sangat parah sehingga tidak ada negara asing yang pernah mengalaminya sebelumnya,” katanya.
Hingga Kamis, pasukan Rusia telah mengambil alih pabrik Chernobyl di utara Kyiv, lokasi ledakan reaktor 1986 yang berdampak pada menyebarnya radiasi berbahaya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya