[Video] Ini reaksi orang terhadap anak kaya & miskin yang terlantar
Merdeka.com - Sebuah video bikinan lembaga UNICEF dari PBB memperlihatkan betapa orang masih memperlakukan secara berbeda antara anak kaya dan miskin. Secara umum bisa dikatakan, perbedaan perlakuan terhadap orang kaya dan miskin oleh warga sekitar.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (30/6), seorang bocah enam tahun bernama Anano disuruh berperan sebagai anak miskin dan anak kaya. Pertama dia didandani layaknya seorang anak kaya. Berpakaian bagus, mentereng. Kemudian dia disuruh berdiri di tengah keramaian di pinggir jalan di Tbilisi, Georgia. Dia harus memerankan diri sebagai anak kaya yang sedang tersesat.

Belum lama dia berdiri beberapa orang sudah menghampirinya dan menyapanya dengan ramah dan hangat.
"Berapa umurmu?" tanya seorang perempuan yang mendekati Anano.
"Apakah kamu tinggal di dekat sini?" tanya orang lain yang berusaha menolongnya.
Bukan hanya satu dua orang saja yang menunjukkan simpati dan kebaikan untuk menolong Anano ketika dia sedang berakting jadi anak orang kaya yang tersesat.
Kemudian Anano berganti peran. Dia didandani seperti layaknya anak miskin. Wajah dan pakaiannya dibuat lusuh, kumal, berantakan. Lalu seperti tadi, dia berdiri di pinggir jalan menunggu reaksi orang-orang yang lewat.

Anano harus berdiri lama di tempat itu dan tak seorang pun menghampirinya. Orang-orang yang lewat acuh saja, menganggap dia seperti tidak ada.
Di lain kesempatan percobaan itu dilakukan di sebuah restoran. Anano kembali didandani layaknya anak kaya yang tersesat. Dia berpakain bagus dan berjalan di restoran tempat orang-orang sedang makan dan bersantai.
Orang-orang melihat Anano dan kembali bersimpati kepadanya dan menawarkan bantuan. Tapi ketika Anano didandani seperti anak miskin yang lusuh, kumuh, orang tak peduli. Seseorang bahkan meminta dia diusir dari restoran itu.
Saking sedihnya Anano bahkan sampai benar-benar menangis. Dia tidak lagi berakting, tapi itu benar-benar perasaannya yang sangat sedih karena diperlakukan tidak adil oleh orang-orang itu.
Menurut UNICEF, saat ini anak miskin berpeluang meninggal dua kali lebih banyak sebelum usia mereka mencapai lima tahun ketimbang anak orang kaya. Mereka meninggal kebanyakan karena gizi buruk. Video itu kembali memperlihatkan betapa dunia saat ini memang tidak adil.
Berikut video berdurasi tiga menit dari UNICEF itu:
(mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya