Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Venezuela tuding oposisi rekayasa krisis ekonomi

Venezuela tuding oposisi rekayasa krisis ekonomi Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Gladys F. Urbaneja Duran. ©2016 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta

Merdeka.com - Krisis listrik dan ekonomi yang dirasakan Venezuela akhir-akhir ini, nyatanya diklaim sebagai salah satu ancaman yang dilakukan oleh pihak oposisi. Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Gladys F. Urbaneja Duran menyatakan para pemberontak berencana menghancurkan konstitusi negaranya.

"Pihak oposisi internal di negara kami, kelompok internasional dan lain-lain melakukan upaya kudeta di pemerintahan kami," kata Gladys, dalam jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (25/5).

Gladys menambahkan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros, ingin digulingkan oleh para oposisi. Upaya penggulingan Maduro dilakukan dengan dimulainya perang ekonomi.

"Berkaitan dengan perang ekonomi, mereka (oposisi) menciptakan suatu kondisi ketidakstabilan kontribusi makanan dan kebutuhan hidup," sambung dia.

Padahal, tutur Gladys, berdasarkan konstitusi di Venezuela, pada pasal 305, berbunyi negara wajib menjamin kebutuhan makan penduduk sedikitnya tiga kali sehari dengan nutrisi yang cukup.

Menurut dia, pemerintah berusaha keras untuk memberikan makanan yang cukup. Duta besar yang baru empat bulan di Jakarta tersebut mengatakan, pemerintah selalu memerhatikan kebutuhan masyarakatnya, terutama dalam hal pangan.

"Para oposisi bekerja sama dengan kapital yang ada di dalam negeri dan perusahaan multinasional menciptakan kondisi seolah-olah Venezuela dalam kondisi kekurangan pangan. Padahal kami cukup memberi makan 30 juta warga di Venezuela," serunya.

Mantan Duta Besar Venezuela untuk FAO ini juga menegaskan para pemberontak pemerintah juga mengganggu kebutuhan sembako dengan menaikkan harga bahan makanan dan mengirim pasokan pangan yang banyak ke negara tetangga, Kolombia.

Beberapa bulan terakhir, Venezuela dikabarkan nyaris bangkrut. Negara keempat terbesar cadangan minyak di dunia ini diberitakan media asing mengalami kemunduran.

Hal ini diperparah dengan keputusan Presiden Maduro menghemat listrik hingga akhirnya meminta perempuan tidak memakai pengering rambut, dan juga pegawai sipil hanya diizinkan masuk dua hari saja.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP