Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Prancis Barat, Virus Sulit Terdeteksi Alat Tes
Merdeka.com - Para ilmuwan sedang menyelidiki varian baru virus corona yang terdeteksi di Brittany, Prancis Barat. Varian baru ini lebih dapat menghindari alat tes dibandingkan versi lainnya. Demikian disampaikan otoritas kesehatan regional pada Selasa.
Delapan kasus varian baru ini teridentifikasi di sebuah klaster di rumah sakit di Brittany. Pada Senin, Kementerian Kesehatan Prancis menyampaikan, analisis awal tidak menyebutkan mutasi ini lebih menular atau lebih mematikan daripada versi virus yang muncul lebih awal.
“Penyelidikan akan dilakukan untuk memastikan bagaimana varian ini bereaksi terhadap vaksinasi dan antibodi yang dikembangkan selama infeksi Covid-19 sebelumnya,” jelas otoritas kesehatan Brittany dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (18/3).
Para ilmuwan juga ingin memahami apakah varian ini bisa bersembunyi atau menghindari pengujian atau tes virus corona setelah beberapa pasien yang melakukan tes PCR dinyatakan negatif dan kembali mendapatkan hasil positif hanya dari sampel yang diambil dari darah atau sistem pernapasan bagian dalam.
Tes PCR digunakan secara langsung untuk mendeteksi adanya sebuah antigen, daripada kehadiran respons kekebalan tubuh atau antibodi.
Badan-badan internasional telah bersiaga terkait penemuan varian baru ini.
Brittany sejauh ini berhasil terhindar dari gelombang ketiga virus corona yang melanda Prancis dan negara-negara Eropa lainnya, tetapi tingkat kasus meningkat.
Rata-rata pergerakan kasus infeksi dalam tujuh hari per 100.000 penduduk di Brittany mencapai 132,9 pada 12 Maret. Angka ini naik dibandingkan dengan 113 pada pekan sebelumnya. Tingkat kasus di Paris dan sekitarnya, di mana bangsal ICU hampir penuh, berada pada angka 404 per 100.000 penduduk.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya