Usul cabut darurat militer, junta Thailand ingin bentuk Orde Baru
Merdeka.com - Pimpinan Junta militer Thailand meminta izin Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, untuk segera mengakhiri darurat militer. Dasar hukum baru akan dibuat pemerintahan saat ini buat menggantikan aturan yang memberangus kebebasan warga tersebut
"Saya sudah mengajukan izin kepada raja untuk menghentikan darurat militer dan raja harus menyetujui hal itu," ungkap Perdana Menteri Prayut Chan-Ocha seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (31/3).
Bekas jenderal ini menegaskan bahwa izin penghentian darurat militer nantinya bukan berarti mengembalikan tatanan lama. Dia menjamin rezim di Thailand akan sepenuhnya baru.

"Sebuah orde baru untuk menggantikan darurat militer akan dikeluarkan segera," tegasnya.
Darurat Militer Thailand berlangsung sejak Mei 2014, setelah sebelumnya nyaris seluruh wilayah dicengkeram krisis politik oleh protes anti-pemerintah menyebabkan 28 orang tewas dan melukai ratusan lainnya.
Di sela-sela kerusuhan itu, sekumpulan perwira militer mengambil alih pemerintahan. Setelahnya, unjuk rasa dilarang, berlaku jam malam, lalu banyak mahasiswa di Negeri Gajah Putih ditangkap lantaran memprotes rezim tentara.
Hingga Februari 2015, situasi panas di Thailand masih terjadi saat peledakan bom di Mal Siam Paragon yang diduga efek dari pemakzulan Yingluck Shinawantra, perdana menteri dari partai oposisi. Bulan lalu, perdana menteri perempuan pertama sepanjang sejarah Thailand itu dinyatakan bersalah atas dugaan korupsi subsidi beras bagi petani.
Yingluck adalah adik kandung mantan PM Thaksin Shinawatra yang dulu juga dikudeta tentara pada 2006. Keluarga Shinawatra memiliki basis massa besar di wilayah utara, khususnya di kalangan petani.
Sedangkan Jenderal Chan-Ocha beserta junta yang berkuasa saat ini adalah loyalis Kerajaan Thailand. Thaksin diduga kuat dilengserkan akibat ingin menggerus kekuasaan Raja Bhumibol Adulyadej.
Massa di Thailand sampai sekarang masih terbelah. Sebelum ada darurat militer, pendukung keluarga Shinawatra atau kaos merah rutin berunjuk rasa di Bangkok. Sedangkan pendukung kerajaan yang banyak di perkotaan menggelar aksi tandingan memakai kaos kuning. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya