Usai tragedi penembakan, warga sambut dibukanya Gereja Charleston
Merdeka.com - Sejumlah jemaat tampak memadati Gereja Emanuel, Charleston, Amerika Serikat, Sabtu (20/6). Mereka tidak sabar menunggu dibukanya kembali rumah ibadah tersebut pasca insiden penembakan yang menewaskan 9 orang, Rabu (17/6) malam.
Jemaat berkumpul di luar gedung gereja dan secara bersama-sama melayangkan doa untuk korban insiden nahas tersebut.
"Ada ikatan batin yang luar biasa, sehingga saya ikut bergabung dalam upacara doa ini," ucap Monte Talmadge (62), seorang veteran tentara yang rela menempuh perjalanan 480 kilometer untuk sampai di Charleston.
Seorang dari mereka mengatakan, pintu gereja resmi dibuka untuk umat pada Minggu (21/6).
"Kita nantinya akan melihat gereja ini akan mengalami jumlah kepadatan yang belum pernah tercipta sebelumnya, dan itu akan sangat luar biasa," ucap Harold Washington, seperti dilansir BBC, Minggu (21/6).
Saat ini proses investigasi terhadap pelaku tunggal penembakan jemaat Gereja Charleston, Dylan roof masih dalam tahap lanjutan seiring ditemukannya bukti baru yang mengacu kaitan Dylan dengan isu rasisme dalam sebuah situs yang di dalamnya berisi foto serupa pelaku. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya