Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai bom Istambul, giliran markas polisi Turki diledakkan

Usai bom Istambul, giliran markas polisi Turki diledakkan Serangan bom di kantor polisi Turki. ©2016 Merdeka.com/Ozlem Elmas/Twitter

Merdeka.com - Tercatat dua orang tewas dan 22 lainya luka-luka, setelah bom mobil meledak di Kantor Pusat Kepolisian Turki, Kamis (14/1), dini hari waktu setempat. Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok militan dari etnis Kurdi, dipersalahkan atas kejadian ini.

"Bom dari sebuah truk yang ditabrakkan meledak menyebabkan kerusakan di depan tembok kantor polisi, disusul oleh serangan roket dan tembakan jarak jauh oleh para penyerang," seperti dilaporkan dari Kantor berita Dogan news, dan dilansir ulang the Guardian.

Dua korban yang tewas itu adalah seorang wanita dan bayi, mereka meninggal di kota Cinar, Provinsi Diyarbakir. Kompleks perumahan staf kepolisian berada tidak jauh dari tempat ledakan juga rusak akibat serangan ini. Tercatat para istri polisi dan anak-anak mereka menglami luka-luka, lanjut laporan Dogan.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian ini. Sebelumnya diketahui, Turki juga baru diguncang bom di pusat wisatawan di Istanbul pada Selasa kemarin. Sepuluh turis asal Jerman dilaporkan tewas. Kelompok militan ISIS dipersalahkan oleh pemerintah atas insiden ini.

Ledakan ini hanya berselang dua hari setelah bom bunuh diri terjadi Istambul, menewaskan 10 turis asing serta melukai 15 lainnya. Untuk kasus di Istambul, pelakunya diduga kuat militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Turki telah menahan beberapa orang yang dianggap terlibat, termasuk tiga warga negara Rusia serta satu warga negara Arab. Pelaku pemboman di Istambul yang ikut tewas diidentifikasi seorang pengungsi asal Suriah kelahiran 1988. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP