Usai bandar narkoba, Duterte ancam tembak mati pengemplang pajak
Merdeka.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte nampaknya kehabisan akal dalam menghadapi para pengemplang pajak. Dalam pernyataan terbarunya, dia sampai mengancam akan membunuh para pelaku yang tidak membayarkan pajak mereka kepada pemerintah.
Dilansir Asian Correspondent, Selasa (7/2), pernyataan keras itu sampaikan Duterte dalam keterangan pers yang berlangsung tengah malam di Istana Kepresidenan Manila. Ancaman itu dikatakannya terhadap perorangan dan perusahaan yang ngemplang pajak.
"Bayar. Jika tidak, saya bunuh anda," tegas Duterte.
Duterte sendiri dilaporkan telah bertemu dengan sejumlah pembayar pajak terbesar di Filipina, termasuk pengusaha besar Manuel V Pangilinan dan Lance Gokongwei dalam peresmian kampanye terhadap wajib pajak dari Badan Pendapatan Internal (BIR).
"Bayar pajak anda dan bayar sesuai dengan jumlahnya karena kami butuh untuk menjalankan pemerintahan," kata Duterte.
Dalam pidatonya, Duterte juga berjanji kepada para pemimpin bisnis, di mana data yang mereka berikan tidak akan dikorupsi selama kepemimpinannya. Dia mendorong publik untuk 'menghajar dan mengutuk' pejabat publik yang meminta uang dari para pengusaha.
"Apa yang anda bayar, akurat, benar dan tepat waktu, hasilnya akan anda dapatkan," tambahnya.
Sejak Durterte duduk di kursi kepresidenan, 7.000 orang terbunuh dalam perang atas narkoba yang dikumandangkannya. Hampir setengahnya tewas di tangan polisi, sedangkan sisanya dibunuh oleh kelompok kriminal lainnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya