Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Unjuk rasa merebak di Rusia, polisi tangkapi para pendemo & oposan

Unjuk rasa merebak di Rusia, polisi tangkapi para pendemo & oposan Oposisi Rusia ditangkap. ©2017 European Pressphoto Agency

Merdeka.com - Aparat kepolisian membekuk sejumlah orang yang ikut dalam aksi demonstrasi di seantero Rusia, termasuk salah satunya pemimpin oposisi Alexei Navalny. Unjuk rasa itu digelar untuk mengecam menjamurnya korupsi dan mendesak Perdana Menteri Dmitry Medvedev untuk mundur.

Dilansir Reuters, Senin (27/3), unjuk rasa ini merupakan yang terbesar sejak demonstrasi anti-Kremlin pada 2011/2012 lalu, saat itu berlangsung untuk menolak Vladimir Putin yang berencana maju kembali untuk keempat kalinya dalam pemilihan presiden.

Berdasarkan hasil poling Navalny, sangat kecil kemungkinan mendepak Putin dari jabatannya, apalagi popularitasnya masih sangat tinggi. Melihat itu, dia dan para pendukungnya menggeser isu ke sejumlah pejabat yang terlibat kasus korupsi.

Jurnalis Reuters melaporkan saat polisi membekuk Navalny, tokoh Rusia yang ingin berhadapan dengan Putin dalam pemilihan presiden 2018 mendatang, saat sedang berjalan bersama para pendemo ke pusat kota Moskow, tepatnya di Jalan Tverskaya.

Polisi memasukkan Navalny dimasukkan ke dalam truk bersama ratusan lainnya. Mereka juga berusaha melawan penangkapan itu dengan berusaha membuka paksa pintu truk.

"Saya senang banyak yang datang (turun ke jalan) dari timur (Rusia) ke Moskow," ungkap Navalny, beberapa menit sebelum dicokok polisi.

Amerika Serikat mengecam penangkapan itu, menyebut tindakan Rusia sangat bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.

"Kami meminta pemerintah Rusia untuk segera melepas massa peserta aksi damai," desak juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner dalam keterangan resmi, sembari menambahkan Washington merasa penangkapan Navalny 'bermasalah'.

Sebelumnya, gelombang unjuk rasa merebak di Rusia kemarin. Para demonstran menuding pemerintahan Presiden Vladimir Putin korupsi. Unjuk rasa yang terjadi di Ibu Kota Moskow dan beberapa tempat lain ini baru terjadi dalam beberapa tahun belakangan.

Polisi sigap mengantisipasi unjuk rasa dengan memasang barikade, menembakkan gas air mata dan meringkus sejumlah pendemo di jalanan, seperti dilansir koran the Washington Post, Minggu (26/3).

Minggu malam polisi antihuru-hara dengan pakaian pelindung lengkap dan helm menindak tegas sekitar 700 pendemo di pusat Kota Moskow sementara ribuan lainnya berseru "Bikin malu!" Bikin malu!". Selepas matahari terbenam, para pengunjuk rasa akhirnya bentrok dengan aparat dan satu polisi dilaporkan harus dirawat di rumah sakit karena luka.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP